Takut Dosa Riba, Jabatan Kepala Cabang Pun Dilepas

Bekerja di sebuah bank bagi kebanyakan orang menjadi sebuah kebanggaan. Gaji tinggi dan tampilan keren menjadi beberapa alasan. Apalagi jika sudah mendapat jabatan di posisi yang strategis, seperti Kepala Cabang. Hal ini juga lah yang dialami oleh Adi Miyono.

Membuka bengkel variasi sebenarnya bukan cita-cita Adi. Usaha tersebut lahir dari hidayah dan ikhtiarnya meninggalkan riba. Setelah berbincang singkat mengenai bisnisnya, bapak dari dua orang anak ini kemudian menghisahkan awal mula ia berhijrah.

Berbekal gelar sarjana ekonomi, Adi pun memutuskan mencoba melamar kerja ke berbagai bank yang ada di Surabaya.  Salah satu bank tujuan Adi saat itu adalah Bank BCA. Meski pelamar kerja lumayan banyak, tapi dirinya berhasil masuk menjadi salah satu dari tiga kandidat terkuat karyawan bank tersebut. Beberapa kali seleksi tes masuk, diterimalah Adi menjadi karyawan Bank BCA. Dengan gaji yang lebih dari cukup untuk ukuran saat itu, Adi merasa kehidupannya berjalan mulus. Apalagi saat menjadi karyawan BCA, ia banyak bertemu dan berkenalan dengan berbagai macam nasabah. Sebuah pengalaman baru dan berharga pikirnya.

Karena memiliki kinerja yang baik, ia dilirik oleh kompetitor BCA. Pada tahun 2007, ia menerima tawaran kerja dari Bank Mega karena tergiur dengan tawaran gaji yang lebih besar. Hanya bertahan selama 2 tahun di Bank Mega, tahun 2009 Adi bergabung dengan Bank Mandiri. Lagi-lagi alasan gaji dan posisi lebih tinggi membuatnya bergabung dengan Bank Mandiri. Bekerja di Bank Mandiri dan suasana kerja yang kompetitif, tidak membuat Adi patah semangat. Malah kinerja dan jabatannya pun meningkat. Hingga akhirnya ia mendapat amanah untuk menjadi kepala cabang di wilayah Madura.

Ternyata Allah memiliki rencana lain untuk Adi Wiyono. Di Madura yang masyarakatnya religius, ia bersinggungan dengan berbagai komunitas pengajian. Salah satu forum kajian tersebut membahasa soal apa itu riba dan bagaimana ciri ciri riba, termasuk yang menyebutkan dosa riba itu seperti berzina dengan ibu kandung sendiri. Mendapat pengetahuan seperti itu, Adi semakin giat mengikuti kajian, dan mendalami tentang riba dan segala macam pintu masuknya riba.

Setelah menimbang beberapa minggu, dengan mengucap basmalah, Adi pun mengajukan surat pengunduran dirinya. Atasan dan teman-temannya pun kaget. Mereka menyayangkan langkah yang diambil oleh Adi. Betapa tidak, gaji sudah tinggi dan jabatan kepala cabang pun sudah diraih. Tapi bagi Adi, tekadnya sudah bulat.

Sempat bingung setelah keluar, takdir Allah  kemudian mempertemukannya  dengan salah satu nasabah di bank tempat ia bekerja dulu. Selang beberapa waktu kemudian, dia diajak oleh bekas nasabahnya itu berjualan spare part mobil. Keluar masuk bengkel ia jalani. Tidak hanya Surabaya, ia pun harus berjualan hingga keluar kota. Pernah suatu ketika, ia mengalami musibah. Mobil pinjaman yang ia gunakan untuk memasarkan spare part tersebut kecelakan. Sekian lama bergelut menjadi sales spare part, Allah akhirnya mempertemukan ia dengan seseorang yang mengajaknya membuka toko variasi mobil sampai sekarang.

Source : gohijrah.com

 

*******************************************

___________________________

Silahkan klik jika berminat Listing Kami

Perumahan-Syariah

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *