Perbanyaklah Berderma dan Beribadah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, termasuk berkah dalam melakukan kebaikan untuk dirinya maupun kepada orang lain. Di bulan suci ini amalan ibadah sunnah pahalanya seperti amalan wajib di bulan biasa, sementara amalan ibadah wajib di bulan ramadhan pahalanya 70 kali lipat dari amalan-amalan wajib di bulan biasa. Subhanaallah, sangat menggiurkan bukan?

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.”( HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”( Lihat Zaadul Ma’ad, 2: 25).

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Bekerja Untuk Diri Sendiri atau Untuk Orang Lain?

Bagi seorang lelaki bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga adalah bentuk jihad yang sebenar-benarnya. Namun bagi yang belum menikah apa tujuan bekerja yang sebenarnya? Apakah hanya untuk memperoleh uang untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari, memenuhi gaya hidup yang tidak pernah ada habisnya? Coba tanyakan pada hati kecil kalian.

Diluar sana banyak sekali alasan orang bekerja, bermacam-macam dengan berbagai alasan. Pernahkah merasa begitu berat dengan pekerjaan kita? Kalau iya, mungkin perlu diperbaiki lagi niat bekerjanya. Bekerja kalau hanya untuk memenuhi segala kebutuhan diri sendiri akan terasa begitu egois. Memang tidak ada yang salah, ketika bekerja untuk menghidupi diri sendiri. Tapi ingatlah dibalik rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang harus kita tunaikan. Ada sekitar 2,5 persen yang harus kita keluarkan untuk menciptakan senyum dibibir orang yang begitu bahagia hanya menerima 2,5 persen itu.

Ketika kita hanya bekerja untuk diri sendiri, maka kita egois. Dan untuk mengelurkan 2,5% pun juga akan terasa berat. Coba deh, niatnya ditata lagi yakin deh uang yang kita dapatkan dari hasil bekerja akan terasa lebih manis. Dalam bekerjapun kita nggak akan merasa berat dan akan tercipta ikhlas dihati. Hayo, coba ditanya lagi. Buat siapa kamu bekerja?

Bila laki-laki yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya bisa dikatakan jihad maka ketika kalian bekerja tidak untuk diri kalian sendiri maka apa yang kalian kerjakan bisa bernilai ibadah. Namanya ibadah kan pasti dapat pahala kalau niatnya ikhlas hanya untuk Allah. Tenang saja, Allah telah menjamin rejeki setiap hambanya. Dan you know, manusia itu diciptakan memang bukan untuke bekerja tapi untuk beribadah. Nah kalau urusan ibadah sih boleh lah ya egois. Jadi kita sendiri yang mengupayakan ibadah kita, dan kita sendiri yang akan memanen hasilnya tanpa ada kewajiban untuk membagi hasil pahalanya kepada orang lain.

Nah, yuk mulai perbaiki lagi niat bekerjanya. Semoga semuanya bukan lelah tapi lillah.

Sumber: beraniberhijrah.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing