Sedang Berburu Rezeki? Sempatkan Baca Ini

Anda butuh rezeki? Sepertinya kalau disodori pertanyaan seperti itu, semua orang akan menjawab ya. Bahkan orang kaya sekalipun, masih saja membutuhkan rezeki. Apalagi orang yang secara ekonomi berada di kelas menengah, terlebih kelas bawah. Semua manusia di bumi ini, pasti membutuhkan rezeki.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar mudah mendapatkan rejeki? Banyak hal yang bisa diperbuat agar lancar memperoleh rizki. Ada yang sehari-hari bekerja keras, merintis usaha sekuat tenaga, kerapkali sampai mengesampingkan kesehatan tubuhnya. Ada juga yang sejak remaja fokus sekolah, mencari ilmu setinggi-tingginya. Mereka yakin, dengan ilmu, mereka bisa mudah mendapat rezeki dan kaya raya. Ada juga yang menambah jam kerja, sampai-sampai mereka hampir kehilangan jam istirahat. Atau, ada juga yang berhasrat menjadi pejabat. Karena dengan jadi pejabat, mereka akan punya otoritas dan fasilitas, sehingga memudahkan berburu rezeki.

Ikhtiar di atas tentu tak salah. Tapi faktanya, kalau melihat daftar orang-orang terkaya di dunia atau di Indonesia misalnya, ada hal yang patut kita renungkan. Pengusaha yang masuk dalam daftar orang paling banyak rezeki faktanya punya waktu yang cukup untuk menjaga kesehatannya. Sekolah mereka juga tidak melulu harus tinggi. Begitupun dengan jam kerja, lumrah saja seperti pada umumnya. Dan, faktanya tak ada satupun dari jajaran orang terkaya itu berasal dari pejabat.

Jika limpahan rezeki itu harus dikejar dengan kerja keras, rasanya, seharusnya kuli bangunan dan tukang becak menduduki deretan nama orang terkaya. Jika limpahan rezeki itu harus diburu dengan ilmu, bukankah seharusnya guru dan dosen menjadi orang-orang kaya? Jika curahan rizki itu karena jam kerja yang ditambah, lalu kenapa warung-warung kopi yang buka 24 jam tidak pernah memiliki aset sebesar mini market? Apalagi, jika kemudahan rezeki itu ada pada pejabat, faktanya tak ada pejabat yang dinobatkan jadi orang terkaya. Ironisnya, sebagian dari mereka justru berakhir di penjara.

Kerja keras, ilmu, semangat dan dukungan fasilitas, semuanya memang dibutuhkan saat kita mencari rezeki. Tapi, semua itu hanya bentuk ikhtiar saja. Semua itu bukan penentu. Lalu siapa penentunya? Penentunya adalah keridloan Alloh SWT. Kalau Yang Satu ini sudah ridlo, semua yang selama ini terkesan susah, pasti jadi mudah.

Selamat mencari rejeki. Dan jangan lupa, dekatkan diri pada Ilahi.

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Rezeki Kamu, Gak Usah Khawatir. Pikirin Dari Mana dan Untuk Apa?

Apakah kamu khawatir dengan rezekimu?

Gak usah khawatir. Tenang saja. Mungkin kita gak tahu di mana rezeki kita. Mungkin kita gak tahu dari mana rezeki kita? TAPI percayalah, rezeki kita sangat tahu di mana kita. Entah itu, dari langit, laut, gunung, & lembah sekalipun, Allah telah memerintahkan rezeki untuk menjemputmu, menujumu. Lalu,apa yang kamu khawatirkan?

Ketahuilah sahabat, Allah telah berjanji menjamin rezekimu. Percayalah itu, maka kamu disuruh mencarinya. Jangan melalaikan ketaatan kepada-Nya. Kalo kamu terlalu khawatir atau mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda. Kesalahan yang luar biasa, karena kamu tidak percaya pada-Nya.

 

Apakah kamu masih khawatir tentang rezekimu?

Sahabat, tugas kita bukan mengkhawatiri rezeki Allah. Karena itu sudah dijamin. Justru yang paling penting adalah kita menyiapkan jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” rezeki yang kita peroleh, yang kita miliki. Jadi lebih cinta dunia atau lebih cinta akhirat? Terserah kamu…. mau diapain itu rezeki yang sudah diberikan Allah.

Soal rezeki, semoga ini bukan kamu ya.

Betapa banyak orang larut menggenggam dunia, dia lupa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang dimiliki tetapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulang, memeras keringat, hanya demi besaran tabungan atau mengangkat gaya hidup.

Betapa banyak orang hanya bisa mengejar rezeki, mencari yang banyak lalu lupa dari mana dan untuk apa rezeki itu.

Sahabat, gaji kamu, tabungan kamu, harta kamu sungguh tak berguna. Berapapun jumlahnya tatkala esok pagi atau lusa Allah memanggilmu untuk kembali. Semua yang kamu punya, yang kamu miliki akan sirna dan ditinggalkan menghadap ILAHI.

Jangan salah sangka, jangan keliru. Betulkan niat kita sekarang. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rezeki itu urusan Allah. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Karena rezeki tidak selalu terletak di pekerjaan kita. Rezeki gak harus dari pekerjaan kita.

Sahabat, Allah itu memberikan rezeki sekehendak-Nya, sekuasa-Nya. Bukankah Siti Hajar berlari-lari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwah? Tapi air zam-zam yang dicarinya justru muncul di dekat kaki Ismail, bayinya. Adakah kita menduga semua itu? Sungguh tak terduga dan hanya Allah yang berkuasa.

 

Maka katakan, rezeki itu rahasia Allah.

Untuk disyukuri hamba yang bertaqwa, datang dari arah yang tak disangka. Tugas kita, mencarinya dan menempuh dengan jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan. Sekali lagi, di balik tiap ikhtiar dan doa kita, Allah pasti memberi karunia. Allah sudah janjikan rezeki kita.

Satu yang belum dari kita, tetap menjaga sikap baik saat menjemput rezeli Allah, “Dari mana” & “Untuk apa?”. Renungkan, dari mana dan untuk apa rezeki kamu? Jangan terburu-buru menjawabnya, renungkan saja dulu.

 

Sahabat, masih khawatir gak dengan rezekimu?

Kamu dan kita, betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lalu akhirnya cinta dunia. Lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab. Dari mana rexekimu, untuk apa rezekimu?

Sahabat, karunia Allah meliputi alam semesta. Dan sebagian karunia itu telah dijanjikan untukmu, untuk kita.

Gak usah khawatir atas rezeki kamu. Pinta saja petunjuk jalan yang lurus dalam menjemputnya. Jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridho-Nya di akhirat kelak. Bukan jalan orang yang terkutuk & tersesat.

Selamat bekerja sahabat, karena rezeki telah menantimu.

 

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Jangan Pernah Khawatir Soal Rezeki

Banyak orang yang resah tentang rezeki. Dapat kita lihat dalam kehidupan zaman sekarang, orang sangat resah sekali mencari rezeki karena ekonomi yang serba kekurangan. Bahkan iman mereka pun sangat minim.

Jadi, apa yang terjadi? Kriminal terjadi di mana-mana. Hal ini, sangat meresahkan masyarakat. Seharusnya kita percaya bahwa rezeki telah diatur oleh Allah SWT. Maka serahkanlah semuanya kepada Allah.

Jika engkau melihat ada orang yang resah karena rezeki, maka ketahuilah bahwa sebenarnya dia jauh dari Allah. Seandainya ada yang berkata kepadamu, “Besok kamu tak perlu kerja! Cukup kamu kerjakan ini saja! Saya akan memberimu Rp 2 juta,” pastilah engkau akan percaya dan mematuhi perintahnya.

Padahal, dia itu makhluk yang fakir, tak bisa memberi manfaat atau madarat. Lalu, mengapa engkau tidak merasa cukup dengan Allah Yang Mahakaya dan Mahamulia, yang menjamin rezekimu sepanjang hidup?

Allah SWT berfirman, “Tidak ada makhluk yang melata di muka bumi ini kecuali Allah-lah yang menjamin rezekinya. Dia mengetahui tempat tinggal binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuzh),” (QS Hud [11]: 6).

Orang yang merisaukan hal-hal yang kecil, lalu melupakan sesuatu yang lebih besar, maka berarti dia adalah orang yang paling bodoh.

Alangkah banyaknya sesuatu yang tersembunyi dalam dirimu. Jika engkau mau mengamati dengan seksama maka pasti akan tampak. Dan, hal yang paling berbahaya adalah dosa keraguan kepada Allah SWT. Sebab, ragu terhadap rezeki berarti ragu terhadap Dzat Sang Pemberi rezeki.

Dan sesungguhnya, dunia ini terlalu hina untuk kau risaukan. Jika engkau mempunyai perhatian tinggi pastilah engkau akan merisaukan sesuatu yang lebih besar, yaitu masalah akhirat.

Karena itu, kerjakanlah kewajiban untuk melaksanakan ibadah dan semua perintah Allah. Dia pun akan menjalankan apa yang menjadi kewajiban-Nya untukmu. Jika kumbang, cicak-tokek, dan cacing saja diberi rezeki oleh Allah, apa mungkin engkau akan dilupakan?

Allah SWT berfirman, “Suruhlah keluargamu untuk shalat dan sabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak menuntut rezeki darimu. Kamilah yang memberi rezeki. Balasan yang baik akan diberikan kepada orang yang bertakwa,” (QS Tha Ha: 132).

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

4 Cara Allah Memberi Rezeki

Anda seringkali merasakan sempitnya jalan mencari rezeki dan lebih banyak hanya menunggu rezeki dibandingkan berikhtiar maksimal? Ketahuilah menjemput rezeki Allah SWT adalah kewajiban setiap mahluk.

Diterangkan dalam Al-Qur’an, ada 4 cara Allah SWT memberi rezeki kepada makhluk-Nya:

1.Tingkat rezeki pertama, yaitu yang dijamin oleh Allah

“Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6). Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

2.Tingkat rezeki kedua, yaitu yang didapat sesuai dengan apa yang diusahakan

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. An-Najm: 39).

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.

3.Tingkat rezeki ketiga, yaitu rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4.Tingkat rezeki keempat, yaitu rezeki istimewa dari arah yang tidak disangka-sangka

“…. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq:2-3)

Peringkat rezeki yang ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Rezeki ini akan Allah berikan dari arah yang tidak disangka-sangka. Mungkin disaat seseorang berada dalam kondisi sangat sangat membutuhkan.

Rezeki ini akan diberikan Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa. Allah SWT berikan rezeki ini karena kecintaan Allah SWT kepadanya.

Jadi, marilah senantiasa meningkatkan iman dan takwa serta ibadah kita kepada Allah SWT.

Insya Allah, berbagai kebaikan akan mengalir sejalan dengan usaha kira untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya.

Diantaranya ketenangan hidup dan keberkahan rezeki.

Sumber: makassar.tribunnews.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing