Proses Hijrah Chacha Frederica Panjang dan Sulit Dijelaskan

Chacha Frederica adalah salah satu artis yang belum lama ini memutuskan untuk hijrah. Bintang sinetron Bidadari 3 itu memilih untuk menutup kepalanya dengan balutan hijab. Keputusannya itu tentu mendapat banyak pujian dan dukungan dari publik.

Ketika dimintai keterangan mengenai prosesnya hijrah, Chacha tak bisa menjelaskan secara pasti. Karena menurutnya, keputusannya ini tak dibuat secara tiba-tiba, melainkan sudah dipikirkan sejak lama sekali. Wanita berusia 28 tahun itu tak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, Ia juga tak terlalu santai atau menunda-nunda untuk hijrah.

“Aku tuh kalau misalkan ditanyain tentang proses berhijrah itu tuh proses sangat panjang banget, makanya aku selalu bilang setiap orang itu punya prosesnya masing-masing, punya jalannya masing-masing gitu. Jadi gini, kita jangan suka memaksakan apa yang menurut kita baik, menurut kita benar, menurut kita nyaman, belum tentu hal tersebut nyaman di orang lain, jadi kita harus bisa menghargai setiap proses perjalanan hidup manusia. Kalau yang aku suka itu istilahnya kita jangan terlalu buru-buru, jangan juga terlalu santai, karena kalau terlalu santai takutnya kita lupa. Tapi kalau buru-buru juga akhirnya kita jadi kepaksa karena kita nggak nyaman, karena this is commitment for me gitu, dan nggak cuman buat aku aja, tapi buat semua orang yang berkomitmen untuk saya akan terlihat seperti ini. Itu adalah sebuah komitmen yang besar. Jadi kalau di tanya gimana perjalananannya ya cukup panjang dan bingung mulai dari mana hehe,” jelas Chacha.

Ke depannya nanti, istri dari Dico Ganindito itu tentunya bakal lebih pilih-pilih job apa yang akan diambilnya. Namun yang pasti, Chacha bersyukur karena seluruh keluarga besar mendukung keputusannya meski tak semua anggotanya pemeluk agama Islam. Chacha juga tak mau ambil pusing dengan omongan haters yang menyebutnya hanya sekedar ikut-ikutan trend belaka.

“Kalau job pilih-pilih karena kebetulan aku bukan milih job yang aneh-aneh, dan keluarga Alhamdulillah support karena kebetulan sepupu aku juga banyak yang udah berhijab dan keluarga aku emang dua agama, ada yang muslim ada yang non muslim, jadi memang aku dibesarkan dalam keluarga yang memiliki nilai toleransi tinggi dengan agama. Tapi kalau dari yang muslim mendukung tapi dari keluarga yang non muslim mereka juga mendukung,” sambungnya.

“Terserah lah. Biarin mereka mau ngomong apa. Kita enggak bisa kontrol pikiran orang. Setiap orang bebas berpendapat selama tidak merugikan siapapun,” pungkas Chacha.

Sumber: kapanlagi.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Arie Untung Cerita Kronologi Keinginan Fenita Untuk Mulai Berhijab

Belum lama ini, Fenita membuat keputusan mengejutkan untuk mundur sebagai presenter gosip di salah satu program televisi. Dan kejutan tak berakhir sampai situ saja, karena setelahnya diketahui jika istri Arie Untung itu mulai mengenakan balutan hijab untuk menutupi kepalanya.

Dengan penampilan barunya, tentu Fenita jadi lebih membatasi pekerjaannya di dunia hiburan. Namun bukan berarti hal itu membuat rezeki Fenita berkurang. Yang ada, wanita bernama asli Fenita Jayanti itu ketiban banyak rezeki.

“Membatasi pekerjaan sudah setahun belakangan sih ya kita sudah nggak ambil yang haram, nggak ambil yang riba. Tapi ya pekerjaan syuting masih kok, cuma beberapa pekerjaan yang nggak sejalan dikurangi lah gitu. Semua proses sih. Masa cuman gara-gara berhijab membatasi atau apa, nggak. Kita masih santai kok. Cuman secara pribadi berbeda aja,” ujar Arie usai mengisi acara di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Justru semenjak berhijab Alhamdulillah rezekinya tambah banyak. Kita sendiri malah bingung,makanya. Mau nggak mau, dia menaikkan tradenya sedikit untuk meminimalisasi jadi nggak semuanya diambil, dipilih-pilih, yang penting-penting saja. Karena kan dia tahu tugas utamanya adalah menjadi ibu untuk anak-anak di rumah. Selama itu nggak ganggu, ya diambil. Tapi Alhamdulillah kok, pekerjaan yang biasa dilakukan seharian, cukup dengan sekali sudah dapat semuanya jadi Allah itu ngasih imbalannya luar biasa menurut saya,” sambung pria berusia 42 tahun ini.

Arie lalu menceritakan kronologi dari keputusan sang istri untuk mulai berhijab. Sempat kaget dan tak percaya, bintang film TULALIT itu akhirnya memberikan dukungan penuhnya pada Fenita untuk mulai berhijab dan mengubah jalan hidupnya.

“Awalnya kan waktu itu dia pernah bilang memang suatu saat aku juga mau berhijab. Sudah ada niat. Saya fikir nanti mungkin pas pulang umrah, kan rencana kita mau umrah. Tiba-tiba pas tahun baru kemarin keluar lagi mau jalan, tiba-tiba pakai hijab. Kaget juga kan, kamu bener nih? Percobaan, katanya. Sayanya iseng, saya taroh di Instagram, keterusan. Kalau kamu belum nyaman, ya sesantainya kamu aja gitu nyobanya. Kalau lagi pengen pake, pake, penyesuaian dulu lah seminggu dua minggu. Nggak tahunya pas dia pengen coba pake, justru dikasih libur mulu sama Allah. Sampai tanggal 11 dia dari Bandung, ke Kuala lumpur ngikutin saya kerja, dia liburan saja gitu. Sambil nyobain. Enak nggak? Kata dia enak. Yaudah terusin aja,” pungkas Arie.

***

Masyaa Allah… Ada banyak jalan bagi seseorang untuk menjemput hidayah dari-Nya. Hijrah bisa dimulai dari hal kecil. Seperti Fenita Arie yang akhirnya mulai mengenakan hijab dan menolak pekerjaan yang mengandung unsur riba. Semoga kita selalu melibatkan Allah dalam segala hal yang kita lakukan di dunia. Bagi Anda yang juga ingin berhijrah dari riba dan memiliki tempat tinggal yang Insya Allah berkah, Anda dapat menghubungi konsultan kami untuk berkonsultasi. Insya Allah kami bantu sampai akad.

***

Sumber artikel: kapanlagi.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Tren Memanah di Kalangan Muslimah

Memanah kini menjadi olahraga yang mulai digemari masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Tak hanya komunitas, individu-individu baik laki-laki dan perempuan pun mulai menggeluti olah raga ini.
Salah satu perempuan Islam yang mulai menggemari olahraga ini adalah Putri Siti Rahma, seorang perempuan muda asal Bogor, Jawa Barat.
Awalnya Ia membeli panah dan busurnya lengkap di toko online. Harganya variatif, dari Rp 300 ribu- Rp 900 ribuan.
“Panahan itu kan olahraga sunnah ya, dicontohkan Nabi Muhammad. Jadi ini kan selain olahraga juga bisa tambah pahala,” kata Putri.
Sunnah yang dimaksud Putri adalah olahraga-olahraga yang disebut Nabi Muhammad perlu untuk dipelajari. Tiga olahraga tersebut adakah memanah, berkuda dan berenang.
“Sama seperti tren lagi hijab syar’i. Nah itu menyusul jadi mungkin banyak yang olahraganya sesuai syariat islam. Kan yang sunnah itu berpahala, memanah dan berkuda, kalau berkuda itu kan harusnya beli kudanya dulu. Jadi memanah lebih realistis,” ungkap dia dengan nada penuh semangat.
Putri biasanya berlatih memanah di akhir pekan. Ia lebih memilih berlatih sendiri, belum ingin ikut komunitas memanah yang kini juga sudah menjadi tren.
“Kalau misalnya memanah itu kan untuk sendiri lebih murah akan lain kalau ikut klub-klub, harus bayar pelatih dan sebagainya. Olahraga itu memanah bisa di rumah juga kan. Harus ada targetnya, untuk melatih emosional dan konsentrasi juga,” tutur dia.
Selain menjalankan sunnah Nabi Muhammad, memanah bagi Putri sangat bermanfaat untuk kebugaran fisiknya. Selain memanah, Putri juga suka bersepeda..
“Untuk otot tangan itu berasa. Kelihatannya mudah cuma menarik aja, tapi kalau dipraktikkan itu keras, itu butuh tenaga juga,” ujar lulusan salah satu universitas di Bandung itu.
“Jadi lebih di kehidupan sehari hari itu lebih teliti itu dapat info dari pesantren Aa Gym, santri santrinya itu kehilangan barang barang. Tapi setelah ada latihan memanah, muslimahnya diajarkan jadi jarang kejadian kehilangan. Itu saya dengar radio,” imbuh Putri.
Putri kelak juga akan mengajarkan memanah ke keturunannya. Lagi, sunah Nabi Muhammad menjadi pegangannya.
“Sebenernya itu memanah bukan keperluan sendiri itu kan untuk mengajar anak cucunya perang akhir zaman itu terjadi ke anak cucu kita. Kalau sekolah Islam sudah banyak diajarkan memanah,” papar dia.
Source : kumparan.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing