Tiga Kondisi Ketika Doa Seorang Hamba Pasti Terkabul

 

Dikabulkannya sebuah doa tergantung beberapa faktor. Hal yang paling utama adalah kebutuhan mendesak yang dimiliki seorang hamba. Namun selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa kita manfaatkan untuk berdoa, yang memiliki keutamannya sendiri dibandingkan kondisi-kondisi pada umumnya. Ini sebagaimana yang tertera dalam riwayat di bawah ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

ثلاث حق على الله أن لا يرد لهم دعوة: الصائم حتى يفطر، والمظلوم حتى ينتصر، والمسافر حتى يرجع.

Tiga hal yang Allah akan kabulkan doalnya: doa orang yang berpuasa sampai berbuka, doa orang yang terdzalimi sampai ia ditolong dan doa seorang musafir sampai dia pulang

Sabda Nabi Muhammad SAW di atas adalah bentuk penghargaan bagi seorang hamba yang tengah berada dalam ujian atau cobaan. Berpuasa, didzalimi orang lain dan melakukan safar adalah tiga kondisi cobaan yang lumrah dialami oleh seseorang. Ketiganya mengandung sesuatu yang tidak enak, tidak nyaman dan cenderung menganggu.

Seperti berpuasa misalnya. Seseorang dicegah untuk makan makanan yang disukainya dan minum minuman favoritnya. Sejak pagi hari sampai senja ia dituntut untuk mengosongkan perutnya dan menahan segenap keinginannya terhadap hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dalam kondisi yang tidak menyenangkan seperti ini, seseorang dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan menahan syahwatnya. Dan dalam kondisi seperti inilah, secara tidak langsung, doa yang dipanjatkannya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Begitu juga dengan kondisi terdzalimi. Tidak mengenakkan, sama seperti puasa. Melakukan safar berhari-hari, dari satu tempat ke tempat yang lain. Meninggalkan anak-istri, menanggung rindu kepada keluarga dan suasana kampong halaman, merupakan ujian yang tidak ringan. Dan, dalam kondisi-kondisi semacam inilah, jika dilalui dengan sabar, doa seorang hamba akan langsung didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Maka bagi kamu yang berpuasa, terdzalimi dan sedang berpergian, manfaatkan kondisi-kondisi itu dengan banyak berdoa dan meminta kepada Allah SWT.

Sumber: harakahislamiyah.com

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

 | kpr syariah | perumahan syariah | rumah syariah | konsultan kpr syariah | simulasi kpr syariah | marketing perumahan syariah | agen perumahan syariah | perumahan syariah bandung | perumahan syariah bandung timur | perumahan syariah bandung selatan | perumahan syariah bandung barat | perumahan syariah bandung utara | perumahan syariah cimahi |

 

 

3 Kisah Inspiratif Mereka yang Memutuskan Untuk Berhijrah

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang artinya berpindah atau meninggalkan tempat. Menurut sejarahnya sendiri, hijrah sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya dari Mekkah ke Madinah untuk mempertahankan dan menegakkan akidah dan syari’at Islam.

Namun, di jaman sekarang, makna hijrah dapat diartikan sebagai meninggalkan sesuatu yang buruk demi menuju sesuatu yang lebih baik. Misalnya yang semula belum menggunakan jilbab menjadi menggunakan jilbab. Yang sebelumnya senang bergosip menjadi menahan diri untuk tidak bergosip dan seterusnya.

Dalam membuat keputusan untuk berhijrah tentunya banyak faktor yang memengaruhi, entah itu dari keluarga, sahabat, keinginan diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik atau belajar dari kisah orang lain.

Untukmu yang ingin berhijrah ataupun yang penasaran dengan 3 kisah inspiratif ini, yuk kita simak aja!

Terima kasih sahabatku, kini aku memutuskan untuk berhijrah

Alhamdulillah aku bertemu sama temen-temen yang selalu mengingatkan. walau dulunya aku suka galak sama mereka gara gara aku kesel mereka ingetin terus. Mereka pendiem, tapi kalau nyuruh sholat atau pakai kerudung tuh baweeeel banget. Sampai akhirnya aku kesel dan bilang “Ya Aku tuh gini. ngga usah diatur atur”. Padahal temen aku itu baik banget, tapi aku bentak bentak. Sampai suatu hari ada status difacebook katanya gini “Menolak kebenaran itu adalah kesombongan dan tak akan masuk surga orang yang dihatinya ada kesombongan walau sebesar biji kenari”.

Tapi memang belum terlalu mempan. Tapi seiring berjalannya waktu, entah kenapa Allah selalu ngingetin aku sama kematian. Aku mulai ngerasa selama aku hidup aku ngga melakukan apapun untuk akhirat. Malah untuk orang tua yang sebegitunya udah berjuang buat aku sedari aku dalam kandungan, aku khawatir ngga bisa bantu nanti di akhirat malah khawatirnya aku malah jadi ngeberatin mereka. Padahal anak mereka perempuan (aku pernah baca, jika berhasil menjadi anak perempuannya shalihah maka syurga untuk orang tuanya). Aku ngerasa jahat banget kalau aku nyusahin mereka dunia akhirat.

Dunia ini ngga akan lama. selama ini Aku disibukkin sama dunia yang ngga ada harganya dimata Allah. Aku lebih banyak kufur dari pada syukur. Aku lebih sering ngorbanin akhirat yg kekal daripada dunia yang sebentar.

Duka yang hadir dalam perjalanan hijrahku yaitu awal pakai kerudung panjang, keluargaku mulai agak beda. Mamah bapak selalu curigaan aku ikut aliran apa. sampai bapak aku bilang “Teh kalau teteh ikut aliran sesat, bapa mendingan gantung diri “.

Belum lagi mamah aku malah masukin aku ke tempat kursus jahit, katanya dari pada ikut aliran apa gitu kalau kuliah, mending keluar aja kuliahnya biar jadi tukang jahit biar aman walau di rumah. Terus pertama pakai kerudung aku udah mau pakai cadar, jadi wajar sih kalau pada kaget. Terus orang-orang juga suka mandang gimana gitu, suka bilang kaya ibu-ibu, kaya superman, sok alim dan lain-lain.

Sempet agak down sih, tapi alhamdulillah temen-temen yang lainnya selalu ngingetin. Aku niatnya karena siapa, kalau bukan karena Allah pasti cepet goyah. Terus pernah ada yang ngingetin katanya “Harus istiqomah ya, kalau pengen enak bukan istiqomah namanya, tapi istirahat” . Terus yang terakhir ada yang bilang kita itu udah diakhir zaman, beragama dizaman ini kaya menggenggam bara api. Kalau setengah-setengah kita kerasa sakitnya. Tapi kalau kita genggam erat agama kita, bara itu akan mati dan kita ngga akan ngerasa sakitnya.

Alhamdulillah sukanya banyak banget. Aku ngerasa lega banget waktu orang tua aku bilang, teh boleh pake kerudung panjang asal jangan dilepas lagi ya. Dulu waktu aku mau pakai cadar, mereka selalu bilang, kalau mau pakai cadar, jangan jadi anak mama lagi. Tapi alhamdulillaah sekarang bilang, boleh pakai cadar kalau nanti udah nikah ya. Alhamdulillah aku punya sahabat yang dulunya aku galakkin karena suka ngingetin, dia marah kalau aku salah, tapi selalu ada dan selalu mendukung, ikut senang kalau aku bahagia, memotivasi kalau aku turun semangatnya. Alhamdulillaah, pakaian ini ngelindungi banget, laki-laki juga ga sembarang megang kaya ke perempuan lain. Alhamdulillah, mencoba dekat sama Allah itu enak banget. Aku yang khawatiran, ngga pedean dan suka bingung karena Aku ngga tau ngelakuin sesuatu untuk siapa, sekarang lega, tenang dan bahagia terus. Karena cuma Allaah yang bisa diandalkan, dipercaya dan sayang banget sama kita.

Pertanyaan-pertanyaan itu menuntunku menuju sebuah perjalanan hijrah

Awalnya Aku pernah masuk pesantren waktu kelas 7 smp & ga bertahan lama disana. Tapi dampaknya bertahan lama, karna temen temen tau aku pernah pesantren (padahal cuma selewat karna waktu itu nia ga betah & akhirnya kabur dari pesantren) pasti suka tanya tanya tentang agama ke aku, selalu beranggapan aku lebih baik dari mereka. Awalnya sih aku ngerasa biasa biasa aja sama pertanyaan pertanyaan mereka. Jawab santai aja setauku.

Sampai akhirnya ada kejadian (mungkin ini awalnya) temenku nanya pertanyaan yang menurutku waktu itu dalem banget dan aku ga tau jawabannya. Rasanya malu lah. Selain itu guru agamaku mulai ngandelin aku, dari situ aku mikir orang orang sekitarku “nyangka” aku tuh sebaik yang mereka pikir, padahal aku ngerasa aku jauh dari yang mereka sangka. aku malu sama diri sendiri, ngerasa ga pantes di puji ini itu akhirnya aku memutuskan mau lebih baik lagi biar ga ada fitnah dari penilaian mereka yang emang menurutku berlebihan & Aku merasa bersalah sama jawabanku dari pertanyaan temen temen yang entengnya aku jawab padahal itu pertanyaan tentang agama Allah. Waktu itu aku masih pake jilbab seadanya dan masih pakai celana.

Ngga putus buat terus memperbaiki diri. Masuk SMA mulai gabung sama DKM sekolah. Karena menutup aurat aja ngga cukup, tetep aja waktu itu masih belum paham betul gimana seorang muslimah yang baik, gimana sebenarnya islam. Pertama kumpul sama anggota DKM kaget juga, karena aku paling beda dari mereka. Cuma aku yang pake celana & jilbab seadanya. Hasilnya, di kumpul pertama aku ga konsen sama sekali sama pematerinya. Aku malah merhatiin temen temen sekeliling yang kalo di liat adem banget. Pertemuan selanjutnya aku nyoba pake rok & jilbab yang seadanya karna masih belum pede pake gamis. Sampe akhirnya aku mulai beli kerudung yang lebar sedikit.

Alhamdulillah perubahan aku banyak respon positif terutama dari keluarga, karna emang maunya keluarga tuh kaya gitu. Temen-temen deket juga dukung ya walaupun awalnya ngerasa aneh mereka khawatir aku ikut aliran yang macem macem.

Duka nya, suka di bilang kaya ibu-ibu pake daster, terus suka diejek “Mau pengajian kemana?”. Tapi jauh dari itu Alhamdulillah, aku ngerasa aman kalaupun jalan sendirian ngelewatin tongkrongan cowok-cowok yang biasanya suka godain cewe yang lewat. Mereka ga berani siul siul seperti biasa ke cewe yang lewat paling di do’ain “assalamualaikum bu haji” yaa.. Aamiin-in aja. Selain itu, sering banget ngerasain nyaman, tenang tanpa alasan.

Meninggalkan cinta yang lalu, kumantapkan hati untuk berhijrah

Bermula dari seseorang yang telah menjadi mantan. Dia pernah bilang gini sama aku, “berpikirlah wahai sang pemikir”. Dari sana aku berpikir keras sebenarnya apa yang salah dari diriku. Apa yang kurang dariku?. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk merubah penampilanku secara tiba tiba dengan berkerudung lebar dan mulai tidak bersentuhan (salaman) dengan yang bukan muhrim. Niat ku berubah adalah untuk diriku yang lebih baik, bukan untuk dipandang orang lain. Aku belajar untuk berpikir logis dan menjalankan kehidupan sesuai syariat agama.

Sedikit cerita. Awalnya sulit. Hari pertama aku berkerudung lebar, orang-orang kaget liat aku. Temen-temen pangling sama aku, untungnya mereka ga protes sama apa yang Aaku pake sekarang. Tapi waktu itu pernah ada satu senior aku yang nyodorin tangannya ke aku buat salaman, otomatis aku tolak dengan salaman yang ngga kena gitu. Tapi tangan dia tetep diem meski aku ngga bales salamnya. Setelah beberapa detik, dia balas salaman aku dengan tangan tertutup. Aku rasa dia nguji aku waktu itu. Tapi Aku lolos, sampai sekarang aku nyaman banget pake kerudung lebar.

Rasanya seneng banget, pake kerudung lebar tuh lebih dihargai sama cowok, ga berani dipegang-pegang sembarangan. Kalo mau salaman juga mereka ngerti, ngga akan sentuh tangan. Terus kalo gerak juga lebih bebas. Aku ga perlu takut orang orang ngeliatin karena aku seksi, karena tertutup dengan rapih.

Dukanya adalah lebih ke Muhasabah diri sih. Ketika iman lagi turun, kadang Aku ngerasa malu aja sama kerudung aku. Jadi kerudung lebar ini bener bener jaga sikap aku banget.

Dari ketiga kisah diatas dapat disimpulkan bahwa hidayah bagaikan sebuah udara segar, Ia tidak akan datang untuk menyejukkan ruangan yang jendelanya ditutup rapat. Karena pada dasarnya hidayah tidak datang pada orang yang berdiam diri. Ingatlah, setiap manusia harus berhijrah, dengan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Manusia yang baik itu bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang baik adalah orang yang mau mengakui dan memperbaiki kesalahannya.

 

Tulisan oleh: Deasy Monica Parhastuti

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

| kpr syariah | perumahan syariah | rumah syariah | konsultan kpr syariah | simulasi kpr syariah | marketing perumahan syariah | agen perumahan syariah | perumahan syariah bandung | perumahan syariah bandung timur | perumahan syariah bandung selatan | perumahan syariah bandung barat | perumahan syariah bandung utara | perumahan syariah cimahi |

Perbanyaklah Berderma dan Beribadah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, termasuk berkah dalam melakukan kebaikan untuk dirinya maupun kepada orang lain. Di bulan suci ini amalan ibadah sunnah pahalanya seperti amalan wajib di bulan biasa, sementara amalan ibadah wajib di bulan ramadhan pahalanya 70 kali lipat dari amalan-amalan wajib di bulan biasa. Subhanaallah, sangat menggiurkan bukan?

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.”( HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”( Lihat Zaadul Ma’ad, 2: 25).

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Dapat Hidayah Saat Lakukan Perjalanan ke Palestina, Penyanyi Ini Hijrah Memutuskan Berhijab

Masih ingat dengan penyanyi Indah Dewi Pertiwi atau yang banyak menyebutnya IDP? Jarang muncul di layar kaca, ternyata IDP telah memutuskan berhijrah. Penyanyi asal Bogor tersebut kini telah merubah penampilannya dengan mengenakan hijab. Berbagai foto dirinya dalam balutan hijab dan baju panjang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya.

Pelantun Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa tersebut memutuskan berhijrah setelah mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

“Aku memutuskan untuk berhijab karena ada beberapa pengalaman yang menurut aku kayak luar biasa sih,” kata Indah.

Wanita kelahiran Bogor, 30 Januari 1991 tersebut mengatakan, keinginananya mengenakan hijab telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, Indah tidak memungkiri masih banyak godaan yang datang kepadanya sehingga belum bisa memutuskan untuk mengenakan hijab sejak dulu.

“Memang keinginan untuk mengenakan sudah dari dulu. Cuma memang baru sempat beberapa bulan lalu. Aku mencoba membuka Alquran dan pas aku buka ada hal yang luar biasa,” ujarnya.

Indah semakin yakin untuk hijrah, ketika ia mendapatkan kesempatan berkujung ke Palestina. Kunjungan tersebut diakuinya menjadi titik dimana dirinya mendapatkan hidayah.

“Kemarin Allah kasih kesempatan ke Palestina. Di sana aku dikasih kesempatan sama Allah dan disana dapat hidayah,” katanya.

Menelusuri akun Instagram pribadinya, terlihat Indah membagikan beberapa foto saat dirinya berkunjung ke Palestina. Lembah Jordania, The Dome of the Rock hingga Laut Mati menjadi lokasi kunjungan Indah saat di melakukan perjalanan ke Palestina.

Sumber: bangka.tribunnews.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Niat Hijrah, Tapi Susah Istiqomah? Mungkin Kamu Butuh 5 Hal Sederhana Ini!

Banyak yang bilang hijrah itu mudah, yang susah itu istiqamahnya. Betul, memang banyak sekali godaanya.Terkadang masih suka dikasih lihat masa lalu yang indah sama setan. Naudzubillah kalau kita tergoda lagi. Kita sharing yuk cara untuk belajar tetap istiqamah!

1. Niat yang bulat

Niat yang kuat dan keukeuh menjadi point penting dalam berhijrah dan beristiqomah. Insyaa Allah jika kita mempunyai niat yang keras maka godaan apapun akan kalah. Terus berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu diberikan kekuatan untuk menjaga niat kita berhijrah. Allah Maha membolak-balikan hati manusia, jadi kita harus percaya.

2. Mencari lingkungan yang tepat

Ini juga salah satu hal terpenting ketika kita sudah memutuskan untuk berhijrah. Memilih teman dan lingkungan yang tepat! Yang bisa mendukung kita ke arah yang lebih baik bukan menjerumuskan kita ke hal yang tidak baik. Carilah teman-teman yang juga sudah atau sedang berusaha istiqomah menjaga hijrahnya.

3. Perbanyak baca Al-Qur’an dan artinya

Al-Quran salah satu penyejuk hati, dengan kita sering membacanya, secara tidak langsung otak dan hati kita menjadi lebih tenang. Selain itu di dalam Al- Qur’an kita bisa belajar banyak, mencoba membaca terjemahnya akan banyak sekali makna yang bisa kita ambil. Jangan lupa untuk mengamalkannya kedalam kehidupan sehari-hari.

4. Sering datang ke kajian muslim

Gak hanya badan yang butuh makan, tapi otak dan hati juga butuh asupan rohani. Nah ini salah satu cara untuk menguatkan iman kita. Sekarang sudah banyak banget kajian-kajian muslim di setiap kota.

5. Perbanyak dzikir

zikir itu memurnikan akidah dan menebarkan sunnah. Dzikir mampu membuat hubungan kita dengan Allah SWT lebih dekat karena dalam setiap dzikir kita memanggil nama Allah.

 

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Rezeki Kamu, Gak Usah Khawatir. Pikirin Dari Mana dan Untuk Apa?

Apakah kamu khawatir dengan rezekimu?

Gak usah khawatir. Tenang saja. Mungkin kita gak tahu di mana rezeki kita. Mungkin kita gak tahu dari mana rezeki kita? TAPI percayalah, rezeki kita sangat tahu di mana kita. Entah itu, dari langit, laut, gunung, & lembah sekalipun, Allah telah memerintahkan rezeki untuk menjemputmu, menujumu. Lalu,apa yang kamu khawatirkan?

Ketahuilah sahabat, Allah telah berjanji menjamin rezekimu. Percayalah itu, maka kamu disuruh mencarinya. Jangan melalaikan ketaatan kepada-Nya. Kalo kamu terlalu khawatir atau mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda. Kesalahan yang luar biasa, karena kamu tidak percaya pada-Nya.

 

Apakah kamu masih khawatir tentang rezekimu?

Sahabat, tugas kita bukan mengkhawatiri rezeki Allah. Karena itu sudah dijamin. Justru yang paling penting adalah kita menyiapkan jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” rezeki yang kita peroleh, yang kita miliki. Jadi lebih cinta dunia atau lebih cinta akhirat? Terserah kamu…. mau diapain itu rezeki yang sudah diberikan Allah.

Soal rezeki, semoga ini bukan kamu ya.

Betapa banyak orang larut menggenggam dunia, dia lupa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang dimiliki tetapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulang, memeras keringat, hanya demi besaran tabungan atau mengangkat gaya hidup.

Betapa banyak orang hanya bisa mengejar rezeki, mencari yang banyak lalu lupa dari mana dan untuk apa rezeki itu.

Sahabat, gaji kamu, tabungan kamu, harta kamu sungguh tak berguna. Berapapun jumlahnya tatkala esok pagi atau lusa Allah memanggilmu untuk kembali. Semua yang kamu punya, yang kamu miliki akan sirna dan ditinggalkan menghadap ILAHI.

Jangan salah sangka, jangan keliru. Betulkan niat kita sekarang. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rezeki itu urusan Allah. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Karena rezeki tidak selalu terletak di pekerjaan kita. Rezeki gak harus dari pekerjaan kita.

Sahabat, Allah itu memberikan rezeki sekehendak-Nya, sekuasa-Nya. Bukankah Siti Hajar berlari-lari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwah? Tapi air zam-zam yang dicarinya justru muncul di dekat kaki Ismail, bayinya. Adakah kita menduga semua itu? Sungguh tak terduga dan hanya Allah yang berkuasa.

 

Maka katakan, rezeki itu rahasia Allah.

Untuk disyukuri hamba yang bertaqwa, datang dari arah yang tak disangka. Tugas kita, mencarinya dan menempuh dengan jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan. Sekali lagi, di balik tiap ikhtiar dan doa kita, Allah pasti memberi karunia. Allah sudah janjikan rezeki kita.

Satu yang belum dari kita, tetap menjaga sikap baik saat menjemput rezeli Allah, “Dari mana” & “Untuk apa?”. Renungkan, dari mana dan untuk apa rezeki kamu? Jangan terburu-buru menjawabnya, renungkan saja dulu.

 

Sahabat, masih khawatir gak dengan rezekimu?

Kamu dan kita, betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lalu akhirnya cinta dunia. Lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab. Dari mana rexekimu, untuk apa rezekimu?

Sahabat, karunia Allah meliputi alam semesta. Dan sebagian karunia itu telah dijanjikan untukmu, untuk kita.

Gak usah khawatir atas rezeki kamu. Pinta saja petunjuk jalan yang lurus dalam menjemputnya. Jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridho-Nya di akhirat kelak. Bukan jalan orang yang terkutuk & tersesat.

Selamat bekerja sahabat, karena rezeki telah menantimu.

 

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Memakan Satu Dirham dari Hasil Riba

Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari no. 2083)
Oleh karena itu, sangat penting sekali materi diketengahkan agar kaum muslimin apa yang dimaksud dengan riba, apa saja bentuknya dan bagaimana dampak bahanya. Allahumma yassir wa a’in. Ya Allah, mudahkanlah kami dan tolonglah kami dalam menyelesaikan pembahasan ini.

Seorang Pedagang Haruslah Memahami Hakekat Riba
As Subkiy dan Ibnu Abi Bakr mengatakan bahwa Malik bin Anas mengatakan,

فَلَمْ أَرَ شَيْئًا أَشَرَّ مِنْ الرِّبَا ، لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَذِنَ فِيهِ بِالْحَرْبِ

“Aku tidaklah memandang sesuatu yang lebih jelek dari riba karena Allah Ta’ala menyatakan akan memerangi orang yang tidak mau meninggalkan sisa riba yaitu pada firman-Nya,

فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu (disebabkan tidak meninggalkan sisa riba).” (QS. Al Baqarah: 279)
‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا .

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.
‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” (Mughnil Muhtaj, 6/310)

Apa yang Dimaksud dengan Riba?

Secara etimologi, riba berarti tambahan (al fadhl waz ziyadah). (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 350 dan Al Misbah Al Muniir, 3/345). Juga riba dapat berarti bertambah dan tumbuh (zaada wa namaa). (Lihat Al Qomus Al Muhith, 3/423)

Contoh penggunaan pengertian semacam ini adalah pada firman Allah Ta’ala,

فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ

Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bertambah dan tumbuh subur.” (QS. Fushilat: 39 dan Al Hajj: 5)
Sedangkan secara terminologi, para ulama berbeda-beda dalam mengungkapkannya.
Di antara definisi riba yang bisa mewakili definis yang ada adalah definisi dari Muhammad Asy Syirbiniy. Riba adalah:

عَقْدٌ عَلَى عِوَضٍ مَخْصُوصٍ غَيْرِ مَعْلُومِ التَّمَاثُلِ فِي مِعْيَارِ الشَّرْعِ حَالَةَ الْعَقْدِ أَوْ مَعَ تَأْخِيرٍ فِي الْبَدَلَيْنِ أَوْ أَحَدِهِمَا
Suatu akad/transaksi pada barang tertentu yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syari’at, atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya.” (Mughnil Muhtaj, 6/309)

Ada pula definisi lainnya seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Qudamah, riba adalah:

الزِّيَادَةُ فِي أَشْيَاءَ مَخْصُوصَةٍ
Penambahan pada barang dagangan/komoditi tertentu.” (Al Mughni, 7/492)

Hukum Riba

Seperti kita ketahui bersama dan ini bukanlah suatu hal yang asing lagi bahwa riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syari’at Islam. Ibnu Qudamah mengatakan,

وَهُوَ مُحَرَّمٌ بِالْكِتَابِ ، وَالسُّنَّةِ ، وَالْإِجْمَاعِ

“Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ (kesepakatan kaum muslimin).” (Al Mughni, 7/492)

Bahkan tidak ada satu syari’at pun yang menghalalkan riba. Al Mawardiy mengatakan, “Sampai dikatakan bahwa riba sama sekali tidak dihalalkan dalam satu syari’at pun. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ

“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya.” (QS. An Nisaa’: 161). Maksudnya adalah riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam. (Mughnil Muhtaj, 6/309)

Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imron: 130)

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275)
Di antara dalil haramnya riba dari As Sunnah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa memakan riba termasuk dosa besar.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ »

Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina).” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melaknat para rentenir (pemakan riba), yang mencari pinjaman dari riba, bahkan setiap orang yang ikut menolong dalam mu’amalah ribawi juga ikut terlaknat.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

Maksud perkataan “mereka semua itu sama”, Syaikh Shafiyurraahman Al Mubarakfury mengatakan, “Yaitu sama dalam dosa atau sama dalam beramal dengan yang haram. Walaupun mungkin bisa berbeda dosa mereka atau masing-masing dari mereka dari yang lainnya.” (Minnatul Mun’im fi Syarhi Shohihil Muslim, 3/64)

Dampak Riba yang Begitu Mengerikan

Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba.

[Pertama] Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

[Kedua] Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

[Ketiga] Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala

Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Sumber: rumaysho.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Hijrah dari Anak Punk Menjadi Muslimah Berhijab, Inilah Kisah Viral Iskarandy

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang artinya meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Istilah ini kemudian  identik dengan perubahan yang terjadi dalam hidup seseorang. Kata ini juga dimaknai sebagai bentuk perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi, bisa dikatakan hijrah itu berarti memutuskan untuk meninggalkan apa yang dibenci Allah dan mendekatkan diri kepada apa yang dicintai-Nya.

Kisah hijrah seseorang selalu menarik untuk diperhatikan dan seringkali menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tak sedikit selebritis tanah air yang memutuskan berhijrah dan menginspirasi penggemarnya. Tak berbeda jauh dengan artis tersebut, cerita hijrah seorang perempuan pemilik akun Instagram Iskarandy yang kini viral di media sosial juga menarik untuk dipetik hikmahnya.

Iskarandy memang bukan seorang artis, tapi gara-gara kisah hijrahnya ia kini memiliki puluhan ribu followers di Instagram. Apa yang menarik dari sosok gadis ini?

Kehebohan cerita hijah Iskarandy bermula ketia ia mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya mengenakan hijab. Yang menarik adalah tato yang terlihat di kening Iskarandy dalam balutan jilbabnya. Bersama foto berhijab tersebut ia menuliskan sebuah caption.

”Minta doanya biar bisa tobat sepenuhnya. Amin.”

Hingga kini foto tersebut sudah di ‘love’ sebanyak lebih dari tiga puluh ribu orang, dan mendapatkan ribuan komentar. Banyak diantaranya yang mendoakan Iskarandy agar istiqamah dalam berhijab. Namun, ada pula yang menuduhnya hanya mencari sensasi semata. Iskarandy pun memberikan penjelasan tentang keputusan hijrahnya dari seorang anak punk, menjadi muslimah sejati.

“Kalau udah niat mau gimana lagi? Buat yang suka caci maki saya, semoga rezekinya dilimpahkan,” tulis Iskarandy.

Dalam postingan lain, Iskarandy juga memberikan jawaban lainnya.

”Bismillah sabar dan pelan-pelan.”

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Istiqomah dalam Hijrah, Ini Kiatnya

Berhijrah atau mulai kembali kepada kehidupan beragama–karena sebelumnya tidak terlalu peduli dengan aturan agama–memang bukanlah perkara mudah. Founder Berkah Mutiara Quran, Sayid Qutub al Hafiz, menjelaskan, ada lima kiat agar hijrah tidak gagal dan dapat beristiqamah dijalan agama.

Poin pertama adalah ikhlas karena Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, setiap perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.

Oleh karena itu, barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikai, maka hijrahnya kepada apa yang dia inginkan itu.

Poin kedua adalah mencari lingkungan yang baik dan sahabat shalih. Dalam Quran Surat At-Taubah ayat 119, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)”.

Sayid menuturkan, lingkungan menjadi dukungan terpenting ketika seseorang hendak berhijrah dan memantapkan diri untuk berkomitmen. “Hati manusia itu lemah, apalagi ketika sendiri, sehingga butuh dukungan dan saling menasehati antar sesama,” tutur lelaki yang kerap disebut sebagai ustaz zaman now ini.

Poin berikutnya, berburu ilmu syariat. Kini, ilmu semakin mudah diakses, baik secara menghadiri langsung majelis ilmu ataupun dengan mencarinya di internet. Tapi, juga dibutuhkan kehati-hatian dalam mencarinya, dan memastikan sumber yang diteirma bersifat shahih serta bisa dipertanggungjawabkan.

Kunci lain yang tidak kalah penting adalah tetap beramal sebagai buah ilmu. Amal merupakan tujuan seseorang berilmu, bukan sekadar wawasan. “Karenanya, kita diperintahkan tetap berusaha beramal meskipun sedikit dan ini hal paling dicintai oleh Allah,” ucap Sayid.

Poin terakhir, berdoa memohon keistiqomahan. Sayid menjelaskan, Quran Surat Al Imran ayat delapan bisa menjadi salah satu doa yang senantiasa diamalkan ketika seseorang hendak memantapkan diri untuk berhijrah.

Sumber: khazanah.republika.co.id

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Jangan Pernah Khawatir Soal Rezeki

Banyak orang yang resah tentang rezeki. Dapat kita lihat dalam kehidupan zaman sekarang, orang sangat resah sekali mencari rezeki karena ekonomi yang serba kekurangan. Bahkan iman mereka pun sangat minim.

Jadi, apa yang terjadi? Kriminal terjadi di mana-mana. Hal ini, sangat meresahkan masyarakat. Seharusnya kita percaya bahwa rezeki telah diatur oleh Allah SWT. Maka serahkanlah semuanya kepada Allah.

Jika engkau melihat ada orang yang resah karena rezeki, maka ketahuilah bahwa sebenarnya dia jauh dari Allah. Seandainya ada yang berkata kepadamu, “Besok kamu tak perlu kerja! Cukup kamu kerjakan ini saja! Saya akan memberimu Rp 2 juta,” pastilah engkau akan percaya dan mematuhi perintahnya.

Padahal, dia itu makhluk yang fakir, tak bisa memberi manfaat atau madarat. Lalu, mengapa engkau tidak merasa cukup dengan Allah Yang Mahakaya dan Mahamulia, yang menjamin rezekimu sepanjang hidup?

Allah SWT berfirman, “Tidak ada makhluk yang melata di muka bumi ini kecuali Allah-lah yang menjamin rezekinya. Dia mengetahui tempat tinggal binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuzh),” (QS Hud [11]: 6).

Orang yang merisaukan hal-hal yang kecil, lalu melupakan sesuatu yang lebih besar, maka berarti dia adalah orang yang paling bodoh.

Alangkah banyaknya sesuatu yang tersembunyi dalam dirimu. Jika engkau mau mengamati dengan seksama maka pasti akan tampak. Dan, hal yang paling berbahaya adalah dosa keraguan kepada Allah SWT. Sebab, ragu terhadap rezeki berarti ragu terhadap Dzat Sang Pemberi rezeki.

Dan sesungguhnya, dunia ini terlalu hina untuk kau risaukan. Jika engkau mempunyai perhatian tinggi pastilah engkau akan merisaukan sesuatu yang lebih besar, yaitu masalah akhirat.

Karena itu, kerjakanlah kewajiban untuk melaksanakan ibadah dan semua perintah Allah. Dia pun akan menjalankan apa yang menjadi kewajiban-Nya untukmu. Jika kumbang, cicak-tokek, dan cacing saja diberi rezeki oleh Allah, apa mungkin engkau akan dilupakan?

Allah SWT berfirman, “Suruhlah keluargamu untuk shalat dan sabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak menuntut rezeki darimu. Kamilah yang memberi rezeki. Balasan yang baik akan diberikan kepada orang yang bertakwa,” (QS Tha Ha: 132).

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

1 2 3 4