Dapat Hidayah Saat Lakukan Perjalanan ke Palestina, Penyanyi Ini Hijrah Memutuskan Berhijab

Masih ingat dengan penyanyi Indah Dewi Pertiwi atau yang banyak menyebutnya IDP? Jarang muncul di layar kaca, ternyata IDP telah memutuskan berhijrah. Penyanyi asal Bogor tersebut kini telah merubah penampilannya dengan mengenakan hijab. Berbagai foto dirinya dalam balutan hijab dan baju panjang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya.

Pelantun Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa tersebut memutuskan berhijrah setelah mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

“Aku memutuskan untuk berhijab karena ada beberapa pengalaman yang menurut aku kayak luar biasa sih,” kata Indah.

Wanita kelahiran Bogor, 30 Januari 1991 tersebut mengatakan, keinginananya mengenakan hijab telah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, Indah tidak memungkiri masih banyak godaan yang datang kepadanya sehingga belum bisa memutuskan untuk mengenakan hijab sejak dulu.

“Memang keinginan untuk mengenakan sudah dari dulu. Cuma memang baru sempat beberapa bulan lalu. Aku mencoba membuka Alquran dan pas aku buka ada hal yang luar biasa,” ujarnya.

Indah semakin yakin untuk hijrah, ketika ia mendapatkan kesempatan berkujung ke Palestina. Kunjungan tersebut diakuinya menjadi titik dimana dirinya mendapatkan hidayah.

“Kemarin Allah kasih kesempatan ke Palestina. Di sana aku dikasih kesempatan sama Allah dan disana dapat hidayah,” katanya.

Menelusuri akun Instagram pribadinya, terlihat Indah membagikan beberapa foto saat dirinya berkunjung ke Palestina. Lembah Jordania, The Dome of the Rock hingga Laut Mati menjadi lokasi kunjungan Indah saat di melakukan perjalanan ke Palestina.

Sumber: bangka.tribunnews.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Proses Hijrah, Arie Untung Terharu Sang Anak Rajin Ikut Jamaah Subuh di Masjid

Setelah Fenita Arie memutuskan untuk berhijab, keluarga kecil Arie Untung saat ini tengah fokus untuk mendalami ilmu agama. Dimulai dari diri sendiri, mereka pun mulai menularkan hal tersebut ke anak-anak. Tak jarang, Arie juga berbagi mengenai proses hijrahnya ke akun media sosial. Harapannya, hal tersebut bisa menjadi pelajaran dan ilmu yang bermanfaat bagi netizen masa kini.

Seperti halnya saat Arie menceritakan betapa terharunya ia saat mengetahui sang anak, Mizbareta Fathur Gavindaffa, kini sudah mulai rutin mengikuti jamaah shalat subuh di masjid. Bersama-sama melawan kantuk, Arie dan anaknya melakukan hal tersebut demi meraih pahala dan bekal di akhirat kelak.

Kebahagiaan ngelihat dia di sini bahkan jauh lebih bahagia dibanding dia ranking di kelas sekalipun (maaf kalau ada yang berbeda sudut pandang, lebih baik kalau dapat dua-duanya). Tapi dia ini adalah hartaku, doanya yang akan meringankan saya kelak,” tulis Arie Untung.

Di tengah pergaulan remaja yang begitu mengkhawatirkan, Arie juga berharap, anaknya tersebut tetap teguh pada pendirian. Ia pun menitipkan sebuah pesan yang cukup mengharukan untuk sang anak.

Mudah-mudahan suatu saat pas nggak ada pipi lagi kamu ingat dulu kita pernah sama-sama ngantuk datangin sumber suara azan. Dan jangan lupa doain pipi ya sayang,” imbuhnya.

Arie merasa bangga dan senang di waktu yang bersamaan terhadap perubahan dari putranya tersebut. Tak bermaksud untuk pamer, Arie hanya bermanfaat hal yang ia bagikan tersebut bisa jadi inspirasi bagi para followers.

Sumber: kapanlagi.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Ricky Harun Mulai Dalami Ilmu Alquran, Siap Hijrah?

Aktor Ricky Harun rupanya mulai menggeluti dunia barunya. Ya suami dari Herfiza ini mengaku lebih mendekatkan diri dengan agama.

Diakuinya bahwa ketertarikannya mendalami agama Islam berawal dari ajakan. Tak ayal, membuat anak dari Donna Harun ini pun semakin getol untuk mendekatkan diri pada agama. Hal itu disebabkan lantaran Ricky Harun sendiri ingin mengenal lebih banyak soal Al-Qur’an.

“Awalnya sih diajakin, tapi lama-lama suka juga. Yang enak itu semuanya sudah ada di Alquran semuanya jawaban tuh ada, ini juga udah dikasih tahu,” kata Ricky Harun.

“Setelah baca-baca terjemahan Alquran yang tadinya aku enggak tahu, jadi tahu. Jadi lebih sering ikut lagi, apalagi berdua sama istri,” sambungnya.

Lebih lanjut dengan keikutsertaannya untuk mendalami agama, setidaknya Ricky bisa mendapatkan manfaat, dimana dirinya bisa menjaga diri. Meski dirinya masih belum seratus persen untuk berhijrah, Ricky pun menyebut bahwa ini merupakan awal dirinya untuk menjadi lebih baik.

“Manfaatnya ya, saya jadi lebih menjaga diri saja. Saya tahu ada hal yang bisa dilakukan, ada juga yang enggak, begitu pun sebaliknya,” lanjut Ricky.

“Sebenarnya, belum benar-benar (hijrah) banget, tapi yang penting ibadahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika disinggung perihal artis yang saat ini banyak berhijrah, Ricky pun tampak menanggapinya. Baginya setiap orang punya alasan tersendiri untuk menjadi lebih baik.

“Enggak tahu yaa kalau itu alasannya pasti beda-beda jadi tanyain ke masing-masing yang lain yaa. Yang pas sih kita ingin menjadi orang yang lebih baiik,” katanya.

Seperti diketahui, Ricky Harun belakangan tengah mengikuti kajian tentang agama Islam bersama Ustad Somad. Tak ayal Ricky pun saat ini menemukan kenyamanan dengan pembelajaran tersebut. Lantas apa tanggapan Ricky Harun perihal kajian dari Ustadz Somad?

“Sebenernya sih cara semua orang ngajar itu berbeda-beda, kita bisa dengerin masuk di mana. Dan kita bisa mengerti apa yang diajarkannya, intinya memang tergantung kepercayaan masing-masing,” tukasnya.

Sumber: celebrity.okezone.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Semua Orang Bicara Hijrah, Memangnya Apa Itu Hijrah?

Perkara “hijrah” menjadi buah bibir belakangan ini. Artis-artis terkenal memilih hijrah dan menghentikan keartisannya. Mereka keluar dari gempita dunia hiburan dan hidup sederhana namun sarat akan tuntunan agama.

Sebut saja Teuku Wisnu, Egi John, atau Caisar, para artis yang keluar dari dunia hiburan. Teuku Wisnu memutuskan berhenti total main sinetron dan kini sibuk berbisnis kuliner. Caisar juga sempat menyatakan berhenti berjoget dengan alasan menghindari hal-hal yang dilarang agama. Namun dia belakangan kembali mengisi acara musik di televisi, belum diketahui alasannya.

Banyak juga berseliweran di internet soal kisah para pekerja perbankan yang hijrah. Mereka berhenti dari bank-bank konvensional lantaran menganggap pekerjaan itu mengandung unsur ribawi yang terlarang dalam Islam. Tidak jarang, yang berhenti bekerja ini telah punya jabatan tinggi di kantornya.

Atau juga para musisi. Beberapa orang musisi, salah satunya Sunu eks Mata Band, bisa kita saksikan berubah penampilan, lebih relijius. Secara gamblang mereka menyatakan hijrah, tidak lagi bermain musik dan mulai memperdalam agama.

Lantaran nama-nama besar yang hijrah, kini semua orang bicara hijrah. Memangnya apa hijrah itu?
Dikutip dari berbagai sumber, arti hijrah dalam bahasa bisa berarti “memutuskan hubungan”. Contohnya, seseorang meninggalkan kampung halamannya menuju tempat lain. Dalam hal ini, dia memutuskan hubungan antara dirinya dan kampung halamannya.
Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya, atau yang dikenal dengan istilah “hijrah kepada Allah dan RasulNya”. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: “Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasulullah menegaskan bahwa berhijrah berarti meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.
“Seorang Muslim ialah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Untuk kasus hijrah para artis, mereka meninggalkan dunia hiburan dan merapat kepada agama. Tidak hanya berhenti bekerja, mereka juga harus mencari lingkungan lain agar tidak mudah kembali terpengaruh.
Haruskah berhenti bekerja?
Mereka yang telah mantap hijrah memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan yang telah ditekuni sejak lama. Hal ini lantaran mereka beranggapan pekerjaan tersebut banyak melanggar hukum agama sehingga membuat jauh dari Allah.
Musisi berhenti bermusik karena sebagian ulama pendapat bahwa musik haram, atau pekerja bank mengundurkan diri lantaran menganggap ribawi itu hukumnya haram. Para ulama menyatakan hijrah ini harus dilakukan segera, sesuai dengan surat Adz Dzariyaat ayat 50: “Maka segeralah kembali pada Allah.”
Selain itu, mereka yang hijrah tidak khawatir meninggalkan pekerjaannya sekarang karena yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad dalam sebuah hadits shahih:
“Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad).
Biasanya para muhajir mencari pekerjaan lain yang tidak melanggar syariat, salah satunya berdagang.
Namun “ganti yang lebih baik” ini bisa jadi datang terlalu lama, atau bahkan tidak datang sama sekali hingga sang muhajir meninggal dunia. Ada contohnya? Ada.
Dikisahkan dalam banyak buku-buku sejarah para sahabat, hiduplah pria bernama Mush’ab bin Umair. Di masa sebelum munculnya Islam, Mush’ab adalah pemuda yang kaya raya, pakaiannya sangat indah, bahkan, konon, dari jauh semua orang bisa mencium wangi parfum Mush’ab yang dikenal parlente.
Namun setelah masuk Islam, dia hijrah ke Madinah bersama Rasulullah, meninggalkan seluruh harta bendanya. Diceritakan kehidupan Mushab saat itu melarat, bajunya kumal, persis gelandangan. Namun dia tidak lantas berubah pikiran hingga tewas terbunuh di usia 40 tahun dalam Perang Uhud.
Saking miskinnya, Mush’ab tidak memiliki kain kafan di rumahnya untuk membalut jenazahnya. Dia dimakamkan dengan selembar kain yang tidak cukup panjang untuk menutupi kakinya.
Bagi orang awam, kematian Mush’ab dalam kemiskinan sepertinya bertolak belakang dengan “ganti yang lebih baik” yang dijanjikan Rasulullah. Namun menurut ulama Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam salah satu kitabnya yang populer, Al Fawaid, ganti yang lebih baik tidak melulu materi, melainkan ketenangan dan kedamaian hati. Kiranya itulah yang dirasakan Mush’ab.
“’Ganti’ yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ‘ganti yang lebih besar’ adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah.” (Al Fawaid, hal. 166).
 Sumber: kumparan.com

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing