Tidak Ada Nikmat Kecil dari Tuhan yang Perlu untuk Disyukuri

Masih berfikir bahwa nikmat yang telah diberikan Tuhanmu adalah nikmat yang kecil?

“Syukurilah nikmat yang telah Allah berikan kepada kita betapapun kecil nikmat tersebut.”

Ungkapan yang biasa diutarakan oleh para mubaligh agar setiap orang bisa bersyukur kepada Tuhannya dalam keadaan apapun dan kondisi sesulit apapun.

Nikmat merupakan kata yang sering kita dengar dan ucapkan dalam obrolan kita sehari-hari, baik berkaitan dengan agama, hubungan sosial, maupun hubungan suami istri dan lain sebagainya.

Orang cenderung menganggap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya lebih kecil daripada yang diberikan kepada orang lain, hal ini berdasar dari rasa alamiah seorang manusia yang sering merasa tidak puas dengan apa yang telah didapatkan hingga ada pepatah yang menyatakan ‘Rembulan selalu berada diatas kepala orang lain’.

Orang selalu melihat kebahagiaan dan nikmat menjadi milik orang lain dan bukan miliknya, sekalipun pernah menjadi miliknya namun hal itu jauh lebih kecil dibandingkan yang didapat tetangganya. Jadi perlukah kita mensyukuri nikmat Tuhan yang kecil? Tentu saja TIDAK!

Masihkah kita percaya bahwa ada nikmat Tuhan yang kecil?

Saat kita tak memiliki uang sepeserpun, apakah berarti nikmat yang Tuhan berikan adalah nikmat yang kecil? bagaimana dengan nikmat kesehatan yang kita rasakan saat dikantong kita tidak ada uang walau satu rupiah, ginjal kita masih sehat.

Dan disaat bersamaan dengan tidak adanya uang dikantong kita, ada orang-orang yang berharap diberikan donor ginjal dan mampu menghargainya ratusan juta. Masihkah kecil nikmat sehat yang kita rasakan saat tak memiliki uang, mau uang ratusan juta atau ginjal melayang?

Sungguh nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita adalah nikmat yang sangat besar yang perlu kita syukuri, dan sekali kali tidak ada satupun nikmat Tuhan yang KECIL, karena setiap nikmatNya adalah NIKMAT YANG BESAR YANG HARUS DISYUKURI.

Ketika Aku sakit, Tuhan memberikan nikmat ampunan dosa dan kini aku tak lagi mensyukuri nikmatNya yang kecil karena setiap nikmatNya adalah nikmat yang luar biasa besar dan harus selalu di syukuri…

 

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Perbanyaklah Berderma dan Beribadah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, termasuk berkah dalam melakukan kebaikan untuk dirinya maupun kepada orang lain. Di bulan suci ini amalan ibadah sunnah pahalanya seperti amalan wajib di bulan biasa, sementara amalan ibadah wajib di bulan ramadhan pahalanya 70 kali lipat dari amalan-amalan wajib di bulan biasa. Subhanaallah, sangat menggiurkan bukan?

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.”( HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”( Lihat Zaadul Ma’ad, 2: 25).

Sumber: islampos.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Rezeki Kamu, Gak Usah Khawatir. Pikirin Dari Mana dan Untuk Apa?

Apakah kamu khawatir dengan rezekimu?

Gak usah khawatir. Tenang saja. Mungkin kita gak tahu di mana rezeki kita. Mungkin kita gak tahu dari mana rezeki kita? TAPI percayalah, rezeki kita sangat tahu di mana kita. Entah itu, dari langit, laut, gunung, & lembah sekalipun, Allah telah memerintahkan rezeki untuk menjemputmu, menujumu. Lalu,apa yang kamu khawatirkan?

Ketahuilah sahabat, Allah telah berjanji menjamin rezekimu. Percayalah itu, maka kamu disuruh mencarinya. Jangan melalaikan ketaatan kepada-Nya. Kalo kamu terlalu khawatir atau mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda. Kesalahan yang luar biasa, karena kamu tidak percaya pada-Nya.

 

Apakah kamu masih khawatir tentang rezekimu?

Sahabat, tugas kita bukan mengkhawatiri rezeki Allah. Karena itu sudah dijamin. Justru yang paling penting adalah kita menyiapkan jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” rezeki yang kita peroleh, yang kita miliki. Jadi lebih cinta dunia atau lebih cinta akhirat? Terserah kamu…. mau diapain itu rezeki yang sudah diberikan Allah.

Soal rezeki, semoga ini bukan kamu ya.

Betapa banyak orang larut menggenggam dunia, dia lupa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang dimiliki tetapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulang, memeras keringat, hanya demi besaran tabungan atau mengangkat gaya hidup.

Betapa banyak orang hanya bisa mengejar rezeki, mencari yang banyak lalu lupa dari mana dan untuk apa rezeki itu.

Sahabat, gaji kamu, tabungan kamu, harta kamu sungguh tak berguna. Berapapun jumlahnya tatkala esok pagi atau lusa Allah memanggilmu untuk kembali. Semua yang kamu punya, yang kamu miliki akan sirna dan ditinggalkan menghadap ILAHI.

Jangan salah sangka, jangan keliru. Betulkan niat kita sekarang. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rezeki itu urusan Allah. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Karena rezeki tidak selalu terletak di pekerjaan kita. Rezeki gak harus dari pekerjaan kita.

Sahabat, Allah itu memberikan rezeki sekehendak-Nya, sekuasa-Nya. Bukankah Siti Hajar berlari-lari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwah? Tapi air zam-zam yang dicarinya justru muncul di dekat kaki Ismail, bayinya. Adakah kita menduga semua itu? Sungguh tak terduga dan hanya Allah yang berkuasa.

 

Maka katakan, rezeki itu rahasia Allah.

Untuk disyukuri hamba yang bertaqwa, datang dari arah yang tak disangka. Tugas kita, mencarinya dan menempuh dengan jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan. Sekali lagi, di balik tiap ikhtiar dan doa kita, Allah pasti memberi karunia. Allah sudah janjikan rezeki kita.

Satu yang belum dari kita, tetap menjaga sikap baik saat menjemput rezeli Allah, “Dari mana” & “Untuk apa?”. Renungkan, dari mana dan untuk apa rezeki kamu? Jangan terburu-buru menjawabnya, renungkan saja dulu.

 

Sahabat, masih khawatir gak dengan rezekimu?

Kamu dan kita, betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lalu akhirnya cinta dunia. Lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab. Dari mana rexekimu, untuk apa rezekimu?

Sahabat, karunia Allah meliputi alam semesta. Dan sebagian karunia itu telah dijanjikan untukmu, untuk kita.

Gak usah khawatir atas rezeki kamu. Pinta saja petunjuk jalan yang lurus dalam menjemputnya. Jalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridho-Nya di akhirat kelak. Bukan jalan orang yang terkutuk & tersesat.

Selamat bekerja sahabat, karena rezeki telah menantimu.

 

Sumber: hipwee.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Proses Hijrah Chacha Frederica Panjang dan Sulit Dijelaskan

Chacha Frederica adalah salah satu artis yang belum lama ini memutuskan untuk hijrah. Bintang sinetron Bidadari 3 itu memilih untuk menutup kepalanya dengan balutan hijab. Keputusannya itu tentu mendapat banyak pujian dan dukungan dari publik.

Ketika dimintai keterangan mengenai prosesnya hijrah, Chacha tak bisa menjelaskan secara pasti. Karena menurutnya, keputusannya ini tak dibuat secara tiba-tiba, melainkan sudah dipikirkan sejak lama sekali. Wanita berusia 28 tahun itu tak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, Ia juga tak terlalu santai atau menunda-nunda untuk hijrah.

“Aku tuh kalau misalkan ditanyain tentang proses berhijrah itu tuh proses sangat panjang banget, makanya aku selalu bilang setiap orang itu punya prosesnya masing-masing, punya jalannya masing-masing gitu. Jadi gini, kita jangan suka memaksakan apa yang menurut kita baik, menurut kita benar, menurut kita nyaman, belum tentu hal tersebut nyaman di orang lain, jadi kita harus bisa menghargai setiap proses perjalanan hidup manusia. Kalau yang aku suka itu istilahnya kita jangan terlalu buru-buru, jangan juga terlalu santai, karena kalau terlalu santai takutnya kita lupa. Tapi kalau buru-buru juga akhirnya kita jadi kepaksa karena kita nggak nyaman, karena this is commitment for me gitu, dan nggak cuman buat aku aja, tapi buat semua orang yang berkomitmen untuk saya akan terlihat seperti ini. Itu adalah sebuah komitmen yang besar. Jadi kalau di tanya gimana perjalananannya ya cukup panjang dan bingung mulai dari mana hehe,” jelas Chacha.

Ke depannya nanti, istri dari Dico Ganindito itu tentunya bakal lebih pilih-pilih job apa yang akan diambilnya. Namun yang pasti, Chacha bersyukur karena seluruh keluarga besar mendukung keputusannya meski tak semua anggotanya pemeluk agama Islam. Chacha juga tak mau ambil pusing dengan omongan haters yang menyebutnya hanya sekedar ikut-ikutan trend belaka.

“Kalau job pilih-pilih karena kebetulan aku bukan milih job yang aneh-aneh, dan keluarga Alhamdulillah support karena kebetulan sepupu aku juga banyak yang udah berhijab dan keluarga aku emang dua agama, ada yang muslim ada yang non muslim, jadi memang aku dibesarkan dalam keluarga yang memiliki nilai toleransi tinggi dengan agama. Tapi kalau dari yang muslim mendukung tapi dari keluarga yang non muslim mereka juga mendukung,” sambungnya.

“Terserah lah. Biarin mereka mau ngomong apa. Kita enggak bisa kontrol pikiran orang. Setiap orang bebas berpendapat selama tidak merugikan siapapun,” pungkas Chacha.

Sumber: kapanlagi.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

Proses Hijrah, Arie Untung Terharu Sang Anak Rajin Ikut Jamaah Subuh di Masjid

Setelah Fenita Arie memutuskan untuk berhijab, keluarga kecil Arie Untung saat ini tengah fokus untuk mendalami ilmu agama. Dimulai dari diri sendiri, mereka pun mulai menularkan hal tersebut ke anak-anak. Tak jarang, Arie juga berbagi mengenai proses hijrahnya ke akun media sosial. Harapannya, hal tersebut bisa menjadi pelajaran dan ilmu yang bermanfaat bagi netizen masa kini.

Seperti halnya saat Arie menceritakan betapa terharunya ia saat mengetahui sang anak, Mizbareta Fathur Gavindaffa, kini sudah mulai rutin mengikuti jamaah shalat subuh di masjid. Bersama-sama melawan kantuk, Arie dan anaknya melakukan hal tersebut demi meraih pahala dan bekal di akhirat kelak.

Kebahagiaan ngelihat dia di sini bahkan jauh lebih bahagia dibanding dia ranking di kelas sekalipun (maaf kalau ada yang berbeda sudut pandang, lebih baik kalau dapat dua-duanya). Tapi dia ini adalah hartaku, doanya yang akan meringankan saya kelak,” tulis Arie Untung.

Di tengah pergaulan remaja yang begitu mengkhawatirkan, Arie juga berharap, anaknya tersebut tetap teguh pada pendirian. Ia pun menitipkan sebuah pesan yang cukup mengharukan untuk sang anak.

Mudah-mudahan suatu saat pas nggak ada pipi lagi kamu ingat dulu kita pernah sama-sama ngantuk datangin sumber suara azan. Dan jangan lupa doain pipi ya sayang,” imbuhnya.

Arie merasa bangga dan senang di waktu yang bersamaan terhadap perubahan dari putranya tersebut. Tak bermaksud untuk pamer, Arie hanya bermanfaat hal yang ia bagikan tersebut bisa jadi inspirasi bagi para followers.

Sumber: kapanlagi.com

 

*******************************************

___________________________

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing