Graha Luqman Cibiru – Rumah Syariah Cibiru

GRAHA LUQMAN CIBIRU

Perumahan syariah yang berlokasi strategis di area perumahan Cibiru Hilir, Bandung Timur. Dekat dengan jalan raya dan banyak fasilitas penting di sekitarnya!

Kenapa harus GRAHA LUQMAN CIBIRU ???

Tanpa Bank

Transaksi hanya 2 pihak yaitu antara Developer & Pembeli secara langsung, tanpa perantara atau pembiayaan Bank

Tanpa Riba

Bunga (Riba) hukumnya Haram dalam syariat Islam. Perumahan Syariah tidak akan memberikan bunga pada pembiayaan rumah

Tanpa Denda

Jika pembeli terlambat membayar tidak akan dikenakan Denda, yang juga merupakan bentuk Riba jahiliyah

Tanpa Sita

Apabila terjadi kesulitan keuangan, properti tidak akan disita dan pembeli diberi waktu untuk diskusi dengan Developer serta dicarikan solusi terbaik

Tanpa Akad Bathil

Akadnya jelas jual beli dengan hanya 2 pihak tanpa ada pihak ketiga, tidak ada pasal-pasal yang melanggar koridor syariah

Tanpa BI Checking

Selama pembeli bersedia membeli dan memiliki kemampuan membayar, maka Developer akan menerima dengan baik. Tidak perlu ada BI Checking

Menggunakan One Gate System + Security 24 jam

Keamanan adalah salah satu faktor yang sangat penting. Jangan khawatir, kami memberikan akses 1 gerbang dan security 24 jam yang insya Allah melindungi aset serta keselamatan keluarga Anda.

Tersedia Tempat Ibadah

Kami menyediakan musholla di dalam komplek sehingga Anda dapat beribadah, berkumpul dan shalat 5 waktu berjamaah dekat dengan rumah Anda. Masjid jami pun tersedia dekat dari area perumahan.

Keuntungan Lainnya

Tersedia taman komplek, playground, lingkungan perumahan nyaman dan bebas banjir. Dekat dengan fasilitas pendidikan UPI, dekat gerbang tol, dekat fasilitas perbelanjaan, dll.

Graha Luqman Cibiru-Perumahan Syariah Bandung Timur

Dari developer berpengalaman yang sebelumnya telah sukses menjual habis 4 proyek sebelumnya di daerah Cihanjuang, dilanjutkan kavling di daerah Cicalengka dan sekarang mempersembahkan proyeknya yang ke-6 yaitu Graha Luqman Cibiru.

 

Graha Luqman Cibiru merupakan perumahan syariah tanpa bank di Bandung Timur, tepatnya di Cibiru Hilir. Memiliki harga termurah jika dibandingkan dengan kelas rumah yang sama di area sekitar. Rumah menggunakan material kualitas tinggi, bisa custom denah, terdapat pilihan 1 dan 2 lantai, lingkungan asri, dan lokasi strategis.

 

Dapatkan rumah syariah di Bandung Timur dengan spesifikasi bangunan 1 atau 2 lantai, 2 Kamar Tidur, 1 Kamar Mandi, taman, dan carport. Nikmati juga view gunung yang indah, fasilitas musholla, taman, playground, One Gate System, dan security 24 jam.

 

Dapatkan juga akses mudah ke banyak fasilitas pendidikan, kesehatan, perbelanjaan, dll. Akses pun mudah, hanya 1,4 km dari jalan utama.

 

Banyak alasan yang menjadikan perumahan ini sangat cocok sebagai tempat tinggal yang nyaman ataupun investasi yang berkah dan menguntungkan. Jadi tunggu apalagi, hubungi kami dan segera jadwalkan untuk survey lokasi!

Lokasi Sangat Strategis Nikmati Aksesibilitas yang mudah dari Graha Luqman Cibiru

  • 1 km ke Kampus UPI Cibiru
  • 2 km ke Bunderan Cibiru
  • 2,4 – 3,4 km ke kampus UIN, Muhammadiyah, STIKes Bhakti Kencana
  • 2,7 km ke Griya Cinunuk
  • 3,4 km ke Transmart
  • 3,5 km ke Mapolda Jabar
  • 5,5 km ke RSUD Ujung Berung
  • 5,7 km ke Ubertos Mall
  • 6 km dari pintu tol Cileunyi
  • 6,2 – 7,2 km ke IPDN, ITB, UNPAD Jatinangor

TIPE 36

Rumah 1 lantai
Luas Bangunan 36 m2
Luas Tanah 65 – 83 m2
2 KT, 1 KM
Dapur, Taman
Carport
Jetpump

TIPE 45

Rumah 2 lantai
Luas Bangunan 45 m2
Luas Tanah 67 – 74 m2
2 KT, 1 KM
Dapur, Taman
Carport
Jetpump

Informasi lebih lanjut bisa hubungi kami

Cluster Pesona Lembang

IMG_20200505_160134_809

Bersama kami, Anda bisa memiliki PROPERTI maupun PROYEK INVESTASI dengan AKAD SYARIAH, Tanpa Bank, Tanpa Bunga, Tanpa Denda, Tanpa BI Checking, Tanpa Sita dan Tanpa Akad yang Bermasalah.

Dengan KONSEP SYARIAH dan MAN POWER yang sudah berpengalaman & teruji dalam pengerjaan proyek PROPERTI SYARIAH, Kami bisa menjadi partner developer Anda untuk memiliki PROPERTI maupun PROYEK INVESTASI yang sejalan dengan koridor syariah Islam.

Keberkahan Memilih Rumah dengan Akad Syariah

Lembang – Bandung selain terkenal sebagai kawasan yang Asri dan Alami didaerah Bandung, dikenal juga sebagai kawasan tinggal yang sejuk & indah karena pemandangan alamnya.

Salah satu dari perumahan yang sejuk dan indah di daerah Lembang adalah Cluster Pesona Lembang. Cluster Pesona Lembang merupakan salah satu PERUMAHAN SYARIAH berkonsep CLUSTER di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

Proyek perumahan ini mulai dikerjakan oleh Developer Syariah Aulia Java Land dari tahun 2013 – sekarang.

Cluster Pesona Lembang saat ini sedang menginjak pembangunan tahap ke-4 setelah sebelumnya sukses membangun tahap I sebanyak 25 unit kavling, tahap II sebanyak 22 unit kavling, tahap III sebanyak 7 unit kavling, dan tahap IV (on progress) tersisa sebanyak 7 unit kavling.

Kavling untuk rumah di Cluster Pesona Lembang sangat strategis dan nyaman, karena lingkungan tinggalnya sudah terbentuk dan dimudahkan pula dengan dekatnya akses ke jalan utama menuju pusat kota Lembang.

Cluster Pesona Lembang berada dikawasan yang asri dan alami, cocok untuk tempat istirahat/ Villa serta tentunya aman karena skema pembayaran yang ditawarkan adalah dengan sistem pembayaran dengan konsep syariah.

unit yang Ready stok

Informasi lebih lanjut bisa hubungi kami

Ruko Syariah di kawasan Islami Soreang

Ruko Syariah di kawasan islami Soreang Bandung

Bingung cari instrumen investasi yang aman dan bisa menghasilkan?

Properti adalah satu – satunya intrumen investasi yang paling aman dan tahan inflasi
Tapi tidak semua jenis properti bisa menghasilkan.
Salah satu jenis properti yang menghasilkan adalah RUKO

Kenapa ruko?
 

– Ruko bisa disewakan bulanan ataupun tahunan dengan nilai sewa yang lebih kompetitif dari pada harga sewa rumah hunian
– Ruko bisa dijadikan tempat usaha pribadi, yang biasanya nilai perputaran bisnisnya lebih besar dari pada nilai sewa ruko itu sendiri
– Jika tidak disewakan ataupun dijadikan tempat usaha pribadi, didiamkan begitu saja, nilai propertinya akan tetap naik

Syarat agar untung membeli ruko adalah LOKASI dan TIMING kapan harus membelinya
Pilih lokasi ruko yang strategis dan jelas marketnya
Seperti Ruko di perumahan syariah Soreang dengan potensial market 300 KK + warga sekitar lainnya
Dan beli ruko ketika masih harga earlybird atau promo, agar mendapat harga yang lebih murah sehingga capital gain lebih tinggi

Sedikit info untuk Anda (Oktober 2019):
– Harga pasaran sewa disekitar sana 60 – 80 juta/tahun
– Harga jual ruko yang setipe di lokasi yang berdekatan sudah diatas 900 juta bahkan lebih dari 1 M

Segera ambil keputusan sekarang!
Telah dipasarkan ruko 2 lantai di perumahan syariah terbesar di Soreang
Terbatas hanya 10 unit ruko
Harga 825 juta* (bisa dicicil 2 tahun) *untuk 3 orang pertama yang beruntung, setelahnya harga akan naik


Info lebih lanjut
0821-2709-5000
.
#rukoBandung #rumahSyariah #inforukosyariah #infoshariaislamicsoreang #rukosoreang #infosoreang #promoruko #tempatusaha #digitalmarketing #bisnisonline #pengusahatanpaRiba #pengusahamuda

Informasi Lebih Lanjut

Hubungi Team Kami

Safpro Tanjungsari

Insya Allah Akan Segera Hadir!

Hunian Syariah Pertama di Kutamandiri, Tanjungsari-Jatinangor

Persembahan untuk Keluarga tercinta.


JANNATI RESIDENCE KUTAMANDIRI
Perumahan dengan Dengan fasilitas Masjid Jami serta Rumah Tahfidz, berkonsep Villa khas daerah dengan view pegunungan serta persawahan juga udara yang segar yang akan menambah kenyamanan bertempat tinggal bersama keluarga tercinta.


MENGAPA ANDA HARUS MEMILIKI HUNIAN DI JANNATI RESIDENCE KUTAMANDIRI?
100% Syariah! Karena Proses Pembayaran langsung ke Developer, dengan Value:
Tanpa Riba
Tanpa Bank
Tanpa Bi Checking
Tanpa Denda
Tanpa Penalti Pelunasan
Tanpa Sita
Tanpa Akad Bathil
Tanpa Asuransi


Fasilitas di area Jannati Residence:
– Row Jalan Lebar sampai 10M
– Masjid Jami Dua Lantai
– Benteng Keliling dengan One Gate System
– Pos Keamanan
– Ruang Terbuka Hijau Luas
– Program Tahfidz
– Program Kajian Rutin

Lokasi Strategis:
📌 2,3 km an ke Alun-alun dan Masjid Agung Tanjungsari
📌 1,6 km an ke Pasar Tradisional Tanjungaari
📌 2,5 km an ke Griya Toserba Tanjungsari
📌 4 km an ke SMAN 1 Tanjungsari
📌 3,7 km an ke SMA Yadika Tanjungsari
📌 4,1 km an ke STP Khoiru Ummah Tanjungsari
📌 4,8 km an ke SMK Asma’ul Husna Tanjungsari
📌 6,2 km an ke rencana exit tol Tanjung Sari (Cisumdawu)
📌 5 km an ke Jatos Mall Jatinangor
📌 5,3 km an ke UNPAD Jatinangor
📌 5,5 km an ke IKOPIN Jatinangor
📌 6 km an ke IPDN Jatinangor
📌 7 km an ke Kawasan Industri Rancaekek
📌 8 km an ke Pintu Tol Cileunyi
📌 7,8 km an ke RS. AMC Cileunyi
📌 5 km ke pintu tol cisumdawu
📌 750m ke jalan nasional jatinangor tanjungsari


KABAR BAIKNYA Jannati Residence Kutamandiri membarikan Harga promo spesial


Cash Back sampai dengan 30juta*


PROMO DP RINGAN HANYA 25 jt SAJA
Untuk Skema Kredit Syariah Rumah hingga 10 Tahun

TERSEDIA PULA RUKO TIPE 80/80


Jannati Residence Kutamandiri menjadi solusi hunian syariah untuk Anda dan Keluarga Tercinta…

Jadikan Baiti Jannati hadir dalam kehidupan Keluarga Anda tercinta bersama
JANNATI RESIDENCE KUTAMANDIRI

Informasi Lebih Lanjut

Hubungi Kami

Partner Pemasaran Kami

Safpro Purwakarta

bismillah

Halal is my Life

Ketika anda bercita-cita bahagia di dunia dan di Akhirat, maka Halal adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkannya. 

Halal tidaklah selalu identik dengan makanan. Tapi Harta yang kita miliki pun termasuk rumah harus memiliki status Halal.

Hararu Mansion didesain dan dibuat untuk anda yang ingin mendapatkan kebahagiaan dan keberlimpahan.

Hararu Mansion memberikan solusi kepemilikan rumah secara Halal dengan menggunakan akad-akad sesuai dengan aturan Syariah.

Hararu Mansion memberikan solusi Transaksi memiliki rumah tanpa harus berUtang dan tanpa harus membayar secara Hard Cash. Solusi menCicil Tanpa Utang adalah merupakan solusi untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberlimpahan.

Hararu Mansion tidak hanya berfokus pada proses transaksinya saja, tetapi juga dalam mendesain Konsep Kawasannya pun berfokus untuk mewujudkan perumahan yang berkontribusi membangun pilar peradaban kehidupan dengan mewujudkan kawasan rumah tinggal yang terpancar keberkahan dan keberlimpahan dalam kehidupan bermasyarakat yang makmur sejahtera dalam ketaatan nilai Islami.

Hararu Mansion membangun masyarakat dengan menciptakan lingkungan ekosistem yang memadai untuk menunjang tercapainya tujuan kehidupan dan menunjang tumbuh kembang para calon generasi pemimpin dunia.

Konsep Kawasan

HARARU MANSION dibangun diatas lahan seluas 7.5 Hektar dengan memperhatikan seluruh aspek kenyamanan, baik sirkulasi udara, pencahayaan, tata ruang yang optimal dengan fasilitas sebagai beriikut :

1 Gate Security System.

Kabel & Saluran air di bawah tanah.

Mesjid Jami (sudah terbangun)

Waste Management System.

Zero RunOff System.

Green 02 Producer.

Sekolah

Sport Area

Ruang terbuka hijau

Jogging Track

Sertifikat (Sudah Split)

IMB (Sudah Split)

Informasi Lebih Lanjut

Hubungi Kami

Partner Pemasaran Kami

Hukum Kredit Rumah via KPR

Hukum Kredit Rumah via KPR

Kita tahu kebutuhan akan rumah sangat ini begitu urgent. Ada yang menempuh jalan menunggu uangnya terkumpul dalam waktu lama barulah memiliki rumah. Dan ada yang ingin segera dapat rumah lewat cara kredit. Salah satu cara yang ditempuh adalah kredit KPR. Bagaimana hukum kredit rumah KPR tersebut?

Kita tahu kebutuhan akan rumah sangat ini begitu urgent. Ada yang menempuh jalan menunggu uangnya terkumpul dalam waktu lama barulah memiliki rumah. Dan ada yang ingin segera dapat rumah lewat cara kredit. Salah satu cara yang ditempuh adalah kredit KPR. Bagaimana hukum kredit rumah KPR tersebut?

Berutang Memang Tidak Masalah Ketika Tidak Merasa Sulit

Dari Ummul Mukminin Maimunah,

كَانَتْ تَدَّانُ دَيْنًا فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَهْلِهَا لاَ تَفْعَلِى وَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا قَالَتْ بَلَى إِنِّى سَمِعْتُ نَبِيِّى وَخَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ  مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِى الدُّنْيَا

Dulu Maimunah ingin berhutang. Lalu di antara kerabatnya ada yang mengatakan, “Jangan kamu lakukan itu!” Sebagian kerabatnya ini mengingkari perbuatan Maimunah tersebut. Lalu Maimunah mengatakan, “Iya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi dan kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2408 dan An Nasai no. 4690. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

 

Dari hadits ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu boleh saja kita berhutang, namun harus berniat untuk mengembalikannya. Perhatikanlah perkataan Maimunah di atas.

Juga terdapat hadits dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ

Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Sedangkan ada dalil yang menegaskan tentang bahaya berutang, di antaranya adalah do’a Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat yang meminta perlindungan pada Allah dari sulitnya utang.

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ  .

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589).

Kata Ibnu Hajar, dalam Hasyiyah Ibnul Munir disebutkan bahwa hadits meminta perlindungan dari utang tidaklah bertolak belakang dengan hadits yang membicarakan tentang bolehnya berutang. Sedangkan yang dimaksud dengan meminta perlindungan adalah dari kesusahan saat berutang. Namun jika yang berutang itu mudah melunasinya, maka ia berarti telah dilindungi oleh Allah dari kesulitan dan ia pun melakukan sesuatu yang sifatnya boleh (mubah). Lihat Fathul Bari, 5: 61.

Berutanglah dengan Jalan yang Benar

Jika berutang dibolehkan saat mudah untuk melunasinya, bukan berarti kita asal-asalan saja dalam berutang dan di antara bentuknya adalah mengambil kredit. Karena jika di dalam utang dipersyaratkan mesti dilebihkan saat pengembelian, maka itu adalah riba dan hukumnya haram.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

وَكُلُّ قَرْضٍ شَرَطَ فِيهِ أَنْ يَزِيدَهُ ، فَهُوَ حَرَامٌ ، بِغَيْرِ خِلَافٍ

Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al Mughni, 6: 436)

Kemudian Ibnu Qudamah membawakan perkataan berikut ini,

“Ibnul Mundzir berkata, “Para ulama sepakat bahwa jika orang yang memberikan pinjaman memberikan syarat kepada yang meminjam supaya memberikan tambahan atau hadiah, lalu transaksinya terjadi demikian, maka tambahan tersebut adalah riba.”

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, dari Ibnu ‘Abbas dan Ibnu ‘Abbas bahwasanya mereka melarang dari utang piutang yang ditarik keuntungan karena utang piutang adalah bersifat sosial dan ingin cari pahala. Jika di dalamnya disengaja mencari keuntungan, maka sudah keluar dari konteks tujuannya. Tambahan tersebut bisa jadi tambahan dana atau manfaat.” Lihat Al Mughni, 6: 436.

Nyata dalam Kredit KPR

Kenyataan yang terjadi dalam kredit KPR adalah pihak bank meminjamkan uang kepada nasabah dan ingin dikembalikan lebih. Jadi realitanya, bukanlah transaksi jual beli rumah karena pihak bank sama sekali belum memiliki rumah tersebut. Yang terjadi dalam transaksi KPR adalah meminjamkan uang dan di dalamnya ada tambahan dan ini nyata-nyata riba. Itu sudah jelas. Kita sepakat bahwa hukum riba adalah haram.

Penyetor Riba Terkena Laknat

Bukan hanya pemakan riba (rentenir) saja yang terkena celaan. Penyetor riba yaitu nasabah yang meminjam pun tak lepas dari celaan. Ada hadits dalam Shahih Muslim, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Mengapa sampai penyetor riba pun terkena laknat? Karena mereka telah menolong dalam kebatilan. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits di atas bisa disimpulkan mengenai haramnya saling menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23).

Sehingga jika demikian sudah sepantasnya penyetor riba bertaubat dan bertekad kuat untuk segera melunasi utangnya.

Sudah Seharusnya Menghindari Riba

Jika telah jelas bahwa riba itu haram dan kita dilarang turut serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam, maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim mencari jalan yang halal untuk memenuhi kebutuhan primer kita termasuk dalam hal papan. Memiliki rumah dengan kredit KPR bukanlah darurat. Karena kita masih ada banyak cara halal yang bisa ditempuh dengan tinggal di rumah beratap melalui rumah kontrakan, sembari belajar untuk “nyicil” sehingga bisa tinggal di rumah sendiri. Atau pintar-pintarlah menghemat pengeluaran sehingga dapat membangun rumah perlahan-lahan dari mulai membeli tanah sampai mendirikan bangunan yang layak huni. Ingatlah sabda Rasul,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesunggunya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan mengganti bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Siapa saja yang menempuh jalan yang halal, pasti Allah akan selalu beri yang terbaik. Yang mau bersabar dengan menempuh cara yang halal, tentu Allah akan mudahkan. Yo sabar … Yakin dan terus yakinlah!

Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:

Al Mughni, Ibnu Qudamah Al Hambali, terbitan Dar ‘Alamil Kutub, cetakan tahun 1432 H.

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibni Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.

Selesai disusun selepas Zhuhur, 3 Dzulqo’dah 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul

Artikel Rumaysho.Com



Sumber https://rumaysho.com/3610-hukum-kredit-rumah-kpr.html

Informasi Lebih Lanjut

Untuk Solusi KPR Tanpa RIBA

Hubungi Kami

Safpro Ciwastra

Aster Village Ciwastra

Perumahan dengan Konsep Pembelian Syariah tanpa melibatkan RIBA berlokasi di Ciwastra Bandung

Jarang ada perumahan dengan harga 200 jutaan di sekitar Ciwastra, namun Developer ini berani memasarkan di 200 jutaan saat awal launching. 

Padahal harga pasaran sudah di atas 300 jutaan bahkan 400 jutaan.

Hunian yang lokasnya dekat ke daerah premium di Bandung Timur ini bisa menjadi pilihan utama Anda.

Gate sudah dibangun, infrastruktur masih lanjut dibangun dan unit yang sudah terjual pun sudah mulai dibangun.

Tipe yang dipasarkan mulai tipe 30 dengan harga mulai 300 jutaan. 

Untuk tipe lainnya ada di 2 lantai dengan harga yang juga relatif murah di 400 jutaan.

Tipe termurahnya, tipe 30 sangat terbatas jumlah unitnya, jadi jangan sampai kehabisan ya.. karena nilai investasi di perumahan ini akan naik signifikan setelah :


  • Pintu Tol Gedebage sudah terintegrasi dengan 2 tol, 
  • yaitu Tol dalam Kota Bandung dan Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasiklamaya),
  • Kota Sumarecon sudah selesai dibangun,
  • Rencana pusat pemerintahan Kota Bandung yang baru,
  • Rencana pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang baru,
  • Stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung sudah selesai dibangun,
  • Stasiun LRT Bandung Raya sudh selesai dibangun.

Tidak hanya itu, lokasi pun dekat ke Kawasan Pendidikan Jatinangor.

Progress Pembangunan

Informasi Lebih Lanjut

Hubungi Kami

Etika Jual Beli Online

 

Perkembangan zaman memang tak lagi mampu kita hindari dalam kehidupan kita, salah satunya adalah jual beli online atau Online shop yang telah banyak menyebar di seluruh penjuru negeri ini.

Namun, tak semua yang diperjualbelikan sesuai harapan. Banyak dari pembeli kadang merasa dirugikan lantaran barang yang dijual tidak sesuai, baik dari bahannya, atau kemanfaatan barang yang ternyata sudah tidak bisa digunakan lagi. Hal inilah yang kemudian dapat merubaha hukum asal dari jual beli itu sendiri.

Secara prinsip, jual beli di dalam fikih Islam hukumnya halal. Ijma para ulama mengatakan bahwa hukum asal jual beli adalah mubah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an dalam surat Al-baqarah: 275 yang artinya, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

Dalam redaksi lain juga dijelaskan bahwa jual beli atau mencari maisyah (penghasilan) dengan berdagang adalah bagian dari sesuatu yang mulia yang dianjurkan oleh agama Islam.

Diterangkan juga dalam sebuah hadis, pada suartu hari Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang pekerjaan apa yang lebih baik, kemudian rasul pun menjawab, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan seseorang yang menggunakan tangannya sendiri, dan setiap jual beli yang mabrur.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah SAW di usia yang masih belia, sudah diajarkan keluarganya untuk berdagang, ketika usianya menginjak 13 tahun rasul sudah melakukan kegiatan ekspor dan impor ke negeri syam bersama keluarganya.

Jika ditinjau lebih dekat, jual beli online sama halnya dengan jual beli secara umum, yakni harus ditilik lebih detail tentang rukun dan syarat jual beli yang berlaku di dalam fikih Islam. Menurut  jumhur ulama rukun jual beli ada tiga. Pertama, al aqid (penjual dan pembeli), ma’qud alaik (barang dan alat beli), shighat (ijab dan qabul), jika dirinci maka rukun jual beli ada enam.

Maka sebagaimana jual beli pada umumnya hal tersebut harus diteliti mengenai syarat pembeli, penjual, shigat yang benar dan kriteria barang yang tidak mengandung gharar (penipuan).

Namun, perbedaan signifikan dalam jual beli online adalah dilakukan dengan menggunakan jasa online. Jika dilihat dari syarat yang sama tanpa menimbulkan kerugian, maka kegiatan tersebut diperbolehkan dalam Islam dan bahkan menjadi salah satu sarana pengembangan yang baru, serta mampu mengurangi angka pegangguran di Indonesia.

Adapun beberapa etika didalam jual beli secara umum baik offline ataupun online. Adalah Pertama,tidak terlalu besar ketika mengambil laba, laba yang berlebihan dari sewajarnya adalah dilarang oleh ijma para ulama, batasan laba maksimal adalah sepertiga dari pokok harta, yang diqiyaskan dari teori wasiat yakni maksimal sepertiga harta.

Kedua, jujur dalam melakukan transaksi, tidak ada kebohongan ataupun penipuan. Jika ada orang melakukan transaksi dengan jujur maka akan diberikan oleh Allah keberkahan didalam rizki dan tergolong bagian dari hamba pilihan Allah SWT.

Ketiga,  toleran dalam jual beli. Misalnya memberikan bonus kepada pembeli, dan untuk pembeli tidak terlalu detail dalam meneliti barang.

Keempat, menjauhi sumpah walaupun perkataanya jujur.

Kelima, perbanyak sedekah, agar mendapatkan keberkahan rezeki yang melimpah.

Keenam, transaksi perlu diperhatikan dan dicatat, termasuk utang-piutang jika ada.

Wallahu A’lam

sumber: islami.co

Freelance-Marketing

| kpr syariah | perumahan syariah | rumah syariah | konsultan kpr syariah | simulasi kpr syariah | marketing perumahan syariah | agen perumahan syariah | perumahan syariah bandung | perumahan syariah bandung timur | perumahan syariah bandung selatan | perumahan syariah bandung barat | perumahan syariah bandung utara | perumahan syariah cimahi |

Empat Penyebab Rezeki Kurang Lancar

Segala sesuatu yang ada pada manusia ialah anugerah rezeki dari Tuhan, semuanya adalah rezeki Tuhan. Mengapa? Karena sejatinya manusia tidak memiliki apa-apa, manusia lahir tanpa membawa sedikitpun melainkan raga, yang mana raga itu sendiri ialah rezeki dari Tuhan.

Rezeki itu bisa harta benda, bisa pangkat jabatan, tahta, rupa yang cantik menawan dan lain sebagainya. Semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, jadi tidaklah perlu manusia iri dengan sesamanya. Mungkin kita melihat tetangga kita diberi kelebihan harta, rumah yang megah, mobil yang banyak, lantas kita iri kepada mereka? Hal ini tidaklah boleh terjadi, ketahuilah Allah SWT Maha Pemurah dan Maha Adil, rezeki yang diberikan kepada umat-Nya tidak mungkin tertukar.

Di antara kita mungkin ada yang merasa bahwa rezekinya selalu susah, ketiban sial. Kenapa teman di sebelah ada saja rezeki yang dia dapat dan bahkan selalu bertambah rezekinya. Kenapa kita sendiri susah mencari rezeki berupa harta yang cukup, makan sehari-hari susah. Apakah rezeki kita tertahan? Mungkin ada beberapa hal di bawah ini yang perlu kita simak bersama kemungkinan sebab Allah menahan rezeki seseorang, di antaranya:

1.Kurang Bersyukur akan Nikmat Tuhan

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahmi: 7)

Melalui ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa jika kita mau bersyukur atas apa pun yang diberikan-Nya, maka Allah menjanjikan bahwa pasti akn ditambah nikmatnya. Rasa syukur tidak hanya diungkapkan melalui ibadah saja, namun juga melalui perasaan dan perilaku kita. Bekerja keras dan ikhlas, tidak membanding-bandingkan harta dengan orang lain juga merupakan bentuk syukur. Ingat, bahwa rezeki tidak hanya berupa harta, keluarga yang rukun, anak shaleh shalehah, teman-teman yang baik, kesehatan, dan sebagainya adalah bentuk rezeki yang Allah berikan kepada kita.

Sebaliknya, jika kita mengingkari nikmat yang telah diberikan, maka kelak Allah akan memberikan kita azab yang pedih. Jika Allah murka, kita tidak akan sanggup menghindarinya. Jadilah orang yang bersyukur, orang yang paling menikmati hidup ialah orang-orang yang pandai bersyukur.

2.Sebuah Ujian Kesabaran

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Hidup ini seperti roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Sebagai manusia, tentu kita ingin hidup bahagia, senang, dan sehat sepanjang hari. Namun tidak ada yang bisa menjamin bahwa hidup kita akan selalu begitu. Hal ini tentunya tidak lepas dari ujian yang Allah berikan kepada kita.

Orang yang hidup tidak akan terlepas yang namanya ujian, ujian ada sebagai bentuk kenaikan kelas. Jika kita lulus ujian dengan hasil baik, maka derajat kita akan dinaikkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, menjadilah orang-orang yang semangat ketika mendapati ujian dalam hidup, jangan patah semangat.

3.Pelajaran agar Bekerja lebih Keras

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. AL-Ra’du: 11)

Setiap orang dalam hidup pasti punya impian. Dan jadikan impian itu sebagai pemicu semangat untuk bekerja lebih keras lagi.

Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat dalam kehidupan.” (QS. Al-Insyiqaq: 19)

4.Azab karena Mengingkari Nikmat Allah

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nimat Allah; karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS. Annahl: 112)

Ayat di atas terang sekali menjelaskan akan bahaya mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita. Jika kita ingkar nikmat, Allah akan menimpakan azab kepada kita.

Untuk itu, mari kita introspeksi diri kita masing-masing agar rezeki kita tidak tertahan oleh Allah SWT sebab perbuatan buruk yang kita lakukan. Jadilah selalu orang yang suka bersyukur kepada Allah SWT.

Sumber: islami.co

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

 | kpr syariah | perumahan syariah | rumah syariah | konsultan kpr syariah | simulasi kpr syariah | marketing perumahan syariah | agen perumahan syariah | perumahan syariah bandung | perumahan syariah bandung timur | perumahan syariah bandung selatan | perumahan syariah bandung barat | perumahan syariah bandung utara | perumahan syariah cimahi |

 

 

Tiga Macam Fitnah Akhir Zaman

Akhir zaman merupakan masa penuh fitnah (kekacauan politik). Rasulullah saw. memperingatkan kita jauh-jauh hari tentang hal ini.

عن عبدِ الله بن عُمَرَ قال: كُنَّا قُعُوداً عندَ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ الفِتَنَ، فأَكثَرَ حتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الأَحْلاسِ، فقالَ قائِلٌ: وما فِتْنَةُ الأَحْلاسِ؟ قال: “هيَ هَرَبٌ وحَرْبٌ، ثمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُها منْ تحتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بيتي، يَزْعُمُ أنَّهُ منِّي وليسَ منِّي، إنَّما أَوْليائي المُتَّقُونَ، ثمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ على رَجُلٍ كوَرِكٍ على ضلَعٍ، ثمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْماءِ لا تَدَع أَحَدًا مِنْ هذهِ الأُمَّةِ إلا لطَمَتْهُ لَطْمةً، فإذا قيلَ: انقضَتْ تمادَتْ، يُصْبحُ الرَّجُلُ فيها مُؤْمِناً ويُمْسِي كافِراً، حتَّى يَصيرَ النَّاسُ إلى فُسْطاطَيْنِ: فُسطاطِ إِيْمانٍ لا نِفاقَ فيهِ، وفُسْطاطِ نِفاقٍ لا إِيْمانَ فيهِ، فإذا كانَ ذلكُمْ فانتظِرُوا الدَّجَّالَ مِنْ يَوْمِهِ أوْ مِنْ غَدِه”.

Dari Abdullah bin Umar yang berkata, “Kami duduk di samping Nabi saw. Beliau menceritakan tentang banyak kekacauan sampai pada cerita tentang kekacauan al-Ahlas. Seorang sahabat bertanya, ‘Apa maksud kekacauan Al-Ahlas?’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Pengungsian dan perampasan. Lalu fitnah kebencian yang sumbernya dari seorang laki-laki dari keluargaku yang mengira dirinya dari golonganku padahal bukan. Kekasihku hanya orang-orang yang bisa menahan diri. Lalu orang-orang mengangkat seorang pemimpin yang tidak layak. Lalu kekacauan duhaima’ (samar) yang tak meninggalkan seorang pun kecuali akan ditampar oleh kekacauan tersebut. Ketika dikatakan, ‘Kekacauan itu telah selesai’, sebenarnya kekacauan itu masih terjadi. Seorang laki-laki mukmin pada pagi hari, tetapi menjadi kafir di sore hari, sampai umat manusia menjadi dua golongan; golongan iman tanpa kemunafikan di dalamnya dan golongan munafik tanpa keimanan di dalamnya. Ketika tanda-tanda itu terjadi, tunggulah Dajjal pada hari itu atau esok harinya.’” (HR. Ahmad)

Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Al-Fitan, Musnad Ahmad, Sunan Abu Daud, Musnad Al-Syamiyyin, Al-Mustadrak, Hilyatul Auliya’, dan Syarh Al-Sunnah. Semua kitab tersebut meriwayatkan dari Ala’ bin Utbah dari Umair bin Hani’ Al-Ansi dari Abdullah bin Umar. Para ulama pada umumnya menilai sahih. Al-Hakim, Al-Dzahabi, Ahmad Syakir, dan Al-Albani. Sedangkan Abu Nu’aim memberikan catatan bahwa hadis tersebut tergolong gharib (aneh). Al-Arna’uth menilai hadis ini tidak sahih, bahkan cenderung maudhu’ (palsu).

Hadis ini unik karena menyebar di lingkungan Syam; wilayah yang menjadi basis pendukung utama keluarga Umayah yang resisten terhadap Bani Hasyim. Sebagian perawinya bahkan dikenal sebagai nashibi atau pembenci Ahli Bait termasuk Ali bin Abi Thalib di dalamnya. Dalam matan hadis tersebut juga terdapat konten yang cenderung pada sikap resisten terhadap ahli bait sebagaimana ditunjukkan redaksi fitnah kebencian yang sumbernya dari seorang laki-laki dari keluargaku yang mengira dirinya dari golonganku padahal bukan. Kekasihku hanya orang-orang yang bisa menahan diri. Pertimbangan aspek dalam sanad dan matan inilah yang mungkin menyebabkan Abu Nu’aim dan Al-Arna’uth mencurigai riwayat tersebut sebagai palsu sekalipun diriwayatkan dalam sebuah sanad yang dipenuhi perawi-perawi terpercaya.

Terlepas dari perdebatan soal kesahihan, hadis-hadis tentang kekacauan akhir zaman selalu memuat anjuran menahan diri dari melibatkan diri dalam konflik. Dalam hadis tersebut misalnya, dikatakan kekasihku hanya orang-orang yang menahan diri (tidak terlibat konflik). Perkataan ini jelas dukungan Nabi kepada orang-orang yang menjauhkan diri dari konflik. Orang-orang yang mengobarkan konflik, sekalipun mengaku keturunan Nabi saw., sebenarnya ia bukan golongan beliau. Al-Karmani (w. 854 H.) menjelaskan bahwa orang yang benar-benar keturunan Nabi saw. tidak akan mengobarkan kekacauan (Syarah Mashabih Al-Sunnah Li Al-Baghawi, jilid 5, hlm. 507). Syekh Al-Azhim Abadi (w. 1329 H.) mengutip Al-Ardibili yang mengatakan bahwa standar kebenaran pada masa kekacauan adalah orang yang bertakwa yang dapat menahan diri sekalipun tidak ada hubungan dengan Nabi saw. Serta tidak dianggap benar seorang penyebar kekacauan sekalipun punya hubungan nasab dengan beliau (Aun Al-Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud, jilid 11, hlm. 208).

Ada catatan menarik dari hadis Syamiyyin ini. Fitnah lebih banyak berarti kekacauan sosial-politik. Dengan tegas, hadis di atas menjelaskan tiga macam fitnah akhir zaman; al-Ahlas, al-Sarra’, dan al-Duhaima’. Fitnah Al-Ahlas berarti pengungsian dan perampasan harta serta nyawa. Fitnah Al-Sarra’ punya tiga pengertian, yaitu kekacauan karena perebutan sumber kekayaan duniawi, kekacauan yang membuat senang musuh, atau kekacauan karena kebencian dan sakit hati. Sedangkan fitnah Al-Duhaima’ berarti kesimpang-siuran kebenaran yang akan menimpa seluruh orang yang terlibat dalam konflik. Ketiga macam fitnah ini berkaitan dengan masalah sosial dan politik.

Di sini kita bisa mengambil pelajaran penting bahwa sumber fitnah, kekacauan dan konflik adalah masalah duniawiah. Sekalipun dibungkus dengan bahasa agama, hal itu tidak menafikan bahwa sumbernya adalah duniawi. Karenanya, tidak heran para ulama lebih menganjurkan agar umat menjauhi terlibat dalam konflik. Bahkan pergi ke gunung, hidup menjadi penggembala kambing.

Sampai di sini, ternyata, hadis tentang fitnah akhir zaman yang selama ini dikampanyekan oknum ustaz pendukung kelompok politik tertentu, dan mendorong umat Islam terlibat dalam aksi-aksi fitnah (menciptakan keresahan dan kekacauan), pada kenyataannya justru menganjurkan orang menjauhi kekacauan. Jika ada yang menggunakannya untuk mendorong orang awam terlibat konflik sosial-politik, berarti ada pemutarbalikan maksud hadis. Apakah membuat kategori mukmin-munafik lalu diterapkan untuk menyudutkan orang yang berbeda pandangan dengan menyebutnya pendukung Dajjal bagian dari pemutarbalikan maksud hadis. Begitukah? Wallahu A’lam.

Sumber: harakahislamiyah.com

Mau membantu Memasarkan ( Freelance Marketing )

Freelance-Marketing

 | kpr syariah | perumahan syariah | rumah syariah | konsultan kpr syariah | simulasi kpr syariah | marketing perumahan syariah | agen perumahan syariah | perumahan syariah bandung | perumahan syariah bandung timur | perumahan syariah bandung selatan | perumahan syariah bandung barat | perumahan syariah bandung utara | perumahan syariah cimahi |

 

 

1 2 3